Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Berusia 26 Tahun

CR — Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 yang hilang kontak dan dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) merupakan jenis Boeing 737-500. Berdasarkan data yang disajikan flightradar24.com, kode tipe pesawat ini B735, mode 8A030B, dengan nomor registrasi PK-CLC.

Boieng 737-500 merupakan salah satu model generasi pertama yang dinamakan seri Classic. Selain 737-500, seri Classic lainnya adalah 737-100, 737-200, 737-300, dan 737-400.

Menurut Boeing.com, generasi pertama 737 telah diproduksi sebanyak 3.132 unit, termasuk 389 unit 737-500. Produksi massal pertama pesawat ini dilakukan pada 1990 lantas unit terakhir seri Classic diproduksi pada 9 Desember 1999.

Baca Juga :  Usai Salahkan Penumpang atas Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Anisa Bahar Minta Maaf

Flightradar24 juga menjelaskan Boeing 737-500 SJ182 pertama kali mengudara pada Mei 1994. Itu berarti saat ini usia pesawat sudah 26 tahun.

Boeing 737-500 merupakan pesawat dengan kapasitas penumpang maksimal 122 orang. Model ini menggunakan mesin CFM56-3B1 dengan propulsi dua turbofan.

Baca Juga :  Setelah Pesawat Jatuh, ada Kapal Tabrakan, Mbak You: ada Satu Tokoh di Situ

Kecepatan maksimal pesawat dengan lebar sayap 28,88 m ini 946 km per jam. Panjang keseluruhan 31,01 meter dan tinggi 11,07 meter.

SJY 182 telah dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, diduga di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Kementerian Perhubungan menjelaskan total penumpang sebanyak 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru.

Di antara 50 penumpang itu, sebanyak 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Sejauh ini pesawat masih belum ditemukan. Pencarian akan gencar dimulai pada pagi hari mengingat kesulitan mencari di kedalaman laut pada malam hari.

sc cnnindo