Halal dan Haram Menurut Ajaran Islam

  • Bagikan
0480ef9b images 86

Islami – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno hasil audit vaksin Sinovac dari China hari ini. Rapat tersebut akan mengungkap hasil status vaksin corona tersebut halal atau haram. Status tersebut sangat penting bagi umat muslim. Lalu apa yang dimaksud dengan halal dan haram?

Halal artinya dibenarkan. Lawannya haram artinya dilarang, atau tidak dibenarkan menurut syariat Islam. Sedangkan thoyyib artinya bermutu dan tidak membahayakan kesehatan.

Umat muslim diharuskan makan makanan yang halal dan thoyyib, artinya umat muslim harus makan makanan yang sesuai dengan tuntunan agama dan bermutu, tidak merusak kesehatan.

Baca Juga :  Kisah Bilal yang Suara Sandalnya Terdengar di Surga

Seperti dikutip dari laman Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan kosmetika Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Bali, Jumat (8/1/2021), dalam ajaran Islam, semua jenis makanan dan minuman pada dasarnya adalah halal, kecuali hanya beberapa saja yang diharamkan. Yang haram itupun menjadi halal bila dalam keadaan darurat. Sebaliknya, yang halal pun bisa menjadi haram bila dikonsumsi melampaui batas.

Baca Juga :  Malas-malasan Beri Nafkah Batin Istri, Bagaimana Hukumnya?

Pengertian halal dan haram ini sesungguhnya bukan hanya menyangkut kepada masalah makanan dan minuman saja, tetapi juga menyangkut perbuatan. Jadi ada perbuatan yang dihalalkan, ada pula perbuatan yang diharamkan. Selian itu juga pada vaksin.

Persoalan halal atau haram telah tertulis dengan jelas di dalam Al-Qur’an.

  • Bagikan