Peritel Minta Subsidi Gaji Pekerja 50 Persen Jika PPKM Jawa Bali Diterapkan

  • Bagikan
52349aaa images 82

Jakarta — Pengusaha ritel meminta bantuan pemerintah untuk subsidi gaji karyawan sebesar 50 persen saat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali selama 11-25 Januari 2021. Tujuannya, untuk mencegah bertambahnya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri ritel.

Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey. Ia meminta agar pemberian subsidi 50 persen merujuk pada total gaji karyawan, sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

“Ini dapat mencegah potensi kebangkrutan seperti penutupan gerai usaha dari peritel maupun mal atau pusat belanja,” kata Roy, lewat keterangan resmi pada Jumat (8/1).

Baca Juga :  Waktu-waktu yang Disunnahkan untuk Berwudhu

Pasalnya, Roy mencatat pandemi virus corona atau covid-19 telah menurunkan pertumbuhan industri dari positif 5,17 persen pada 2019 menjadi minus 12 persen pada 2020.

Hal ini selanjutnya diperkirakan berdampak pula pada pekerja. Oleh karenanya, ia ingin ada subsidi gaji bagi karyawan ritel modern dan mal.

Baca Juga :  Jalan Kasus Video Gisel: Ancaman Bui 12 Tahun untuk 19 Detik

“Berimbas pula pada keprihatinan terhadap bertambahnya pekerja yang dirumahkan maupun PHK, akibat ketidakmampuan peritel membayarkan biaya operasional,” kata Roy.

Tak hanya meminta subsidi gaji karyawan, ia juga ingin pemerintah mendorong bank-bank agar segera menurunkan bunga kreditnya. Ia meminta penurunan bunga kredit dengan besaran 3 persen sampai 3,8 persen.

  • Bagikan
Positive SSL