Nabi Muhammad SAW Serta Masa Terputusnya Wahyu

  • Bagikan
d492b617 1597086941
foto islam.nu.or.id

Islami Kapankah lima ayat pertama itu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW? Dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 dijelaskan oleh Allah SWT bahwa Alquran diturunkan (pertama kali) pada bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil…” (QS. Al-Baqarah 2: 185)

Dalam ayat tersebut tidak dijelaskan tanggalnya. Menurut para mufassir dan ulama Ulumul Qur’an, lima ayat tersebut diturunkan pada malam 17 Ramadhan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan Surat Al-Anfal ayat 41:

۞وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ

“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqân, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al-Anfal 8:41)

Baca Juga :  Inilah Ayat yang Paling Dicintai Rasulullah dari Seisi Bumi

Yang dimaksud dengan hari Al-Furqan ialah hari jelasnya kemenangan orang Islam dan kekalahan orang kafir, yaitu hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijriah. Tanggal itulah—bukan tahunnya–yang digunakan oleh para mufasir untuk menentukan tanggal turunnya Al-Qur’an pertama kali yang kemudian dikenal sebagai hari Nuzulul Qur’an. (Yunahar Ilyas, Kuliah Ulumul Qur’an, 2016: 39-40)

Setelah wahyu pertama turun di Gua Hira Nabi tidak lagi mendapat wahyu.

Wahyu Terputus

Setelah wahyu pertama turun di Gua Hira Nabi Muhammad tidak lagi mendapatkan wahyu. Masa ini disebut oleh para sejarawan sebagai masa terputusnya wahyu.

Baca Juga :  Keutamaan dan Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadr - cakrawalarafflesia

Menurut Hamka, terputusnya wahyu kepada Nabi Muhammad itu sampai dua tahun (Tafsir Al-Azhar 29: 198). Nabi Muhammad sampai gelisah dan bingung kenapa Jibril tidak datang lagi. Bagaimana perasaan Nabi Muhammad ketika itu diungkapkan oleh Haekal panjang lebar sebagai berikut:

“Ia sedang menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu, menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Tetapi, wahyu itu terputus. Jibril pun tidak datang lagi kepadanya. Tempat di sekitarnya jadi sunyi, bisu. Ia merasa terasing dari orang dan dari dirinya. Kembali ia merasa dalam keakutan seperti sebelum turunnya wahyu. Konon Khadijah pernah mengatakan kepadanya:

“Mungkin Tuhan tidak menyukai engkau.”

Ia masih ketakutan, perasaan iu juga yang mendorong ia lagi pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam Gua Hira. Ia ingin membumbung tinggi dengan seluruh jiwanya, menghadapkan diri kepada Tuhan, akan menanyakan. Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilih-Nya.

  • Bagikan