Marak Film Ilegal, Kominfo Ingatkan Telegram Sampai Blokir

  • Bagikan
d36d6c7e images 47

Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat film-film dan konten streaming dinilai ilegal yang berseliweran di Telegram. Kemenkominfo tak segan-segan blokir Telegram.

Proses penutupan akun Telegram setelah Kemenkominfo menerima aduan dari masyarakat. Sejauh ini, Telegram menjadi fokus Kemenkominfo karena menyebar konten negatif untuk masyarakat Indonesia.

“Untuk platform messenger seperti Telegram, karena bersifat privat, Kominfo dapat mengajukan pemblokiran atau suspend akun atau channel Telegram yang dilaporkan tersebut, dan berkoordinasi dengan Ditjen KI Kemenkumham,” kata Juru Bicara dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi melansir CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Resmi Dibentuk! Grup GoTo Tawarkan Empat Layanan Dalam Satu Platform Konsumen Digital

Telegram sendiri menyediakan fitur pencarian berbagi konten film ilegal. Hasil pantauan, para pengguna bisa dengan mudah mencari film drama korea, film barat, dan film lokal lewat berbagai saluran (channel) yang ada layanan pesan instan itu.

Para pengguna Telegram dengan leluasa mencari film gratisan dalam Telegram dalam ukuran mulai 1,5 GB. Bahkan pengguna bisa menonton film sembari melakukan pengunduhan otomatis.

Telegram juga memperbolehkan satu grup atau channel (saluran) diikuti oleh banyak orang. Sehingga, saluran-saluran yang membagikan film bioskop gratis itu bisa diikuti hingga puluhan ribu orang.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca 20 Februari, DKI dan Jabar Hujan Lebat

Selain itu, aturan grup di Telegram pun lebih longgar. Sebab ketika ditelusuri, pengguna tak perlu bergabung dalam grup di layanan itu agar bisa menonton atau mengunduh film bioskop gratis. Film yang dicari bisa langsung dinikmati di layar hanya dengan memilih channel tertentu.

Hal ini berbeda dengan Whatsapp yang membatasi besaran file video dan foto yang bisa diunggah di platformnya. Layanan ini juga membatasi jumlah pengguna yang bisa ditambahkan dalam satu grup.

Poin-poin Telegram diblokir

  • Bagikan
Positive SSL