Ledakan Bom di Mali Tewaskan Dua Tentara Prancis

  • Bagikan
ddf27c38 25e5 4824 b89f e979b73f7b22 169

Pasukan Barkhane atau pasukan militer Prancis yang berjumlah 5.100 tentara yang tersebar di seluruh wilayah Sahel telah memerangi kelompok-kelompok jihadis bersama tentara Mauritania, Chad, Mali, Burkina Faso dan Niger. Mereka kemudian membentuk kelompok G5 Sahel.

“Kendaraan mereka menabrak alat peledak rakitan selama misi intelijen,” kata Macron menanggapi peristiwa itu.

Sementara, tentara lain terluka dalam ledakan itu namun nyawa mereka tidak dalam bahaya, tambahnya.

Baca Juga :  Link Live Streaming MotoGP Portugal

Macron menegaskan tekad Prancis untuk melanjutkan perannya dalam “perang melawan terorisme”.

Kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda, Kelompok untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM), mengklaim bertanggung jawab atas serangan sebelumnya yang menewaskan tiga tentara Prancis di pusat negara bagian Sahel. Kematian itu juga karena kendaraan tentara menabrak alat peledak.

Baca Juga :  G30S PKI, Kisah Krisis Ekonomi pada 1960 hingga 1966

Kelompok yang merupakan aliansi utama jihadis di Sahel ini mengutip serangkaian alasan serangan itu dilakukan, yakni berlanjutnya kehadiran militer Prancis di wilayah tersebut, kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh sebuah surat kabar Prancis, dan pembelaan Macron atas nama kebebasan ekspresi.


sc cnn

  • Bagikan
Positive SSL