NASA Temukan Lubang Hitam Yang Hilang Tiba-Tiba

  • Bagikan
bff6c0b2 lubang hitam

CR — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan lubang hitam supermasif menghilang secara tiba-tiba. NASA masih menyelidiki penyebab lubang hitam itu menghilang tiba-tiba.

Lubang hitam yang dilaporkan menghilang tiba-tiba itu bernama Abell 2261, salah satu lubang hitam terbesar yang ada di alam semesta.

Melansir Ifl Science, Senin (21/12), hampir setiap galaksi besar di alam semesta memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Cluster galaksi terdiri dari ratusan ribu galaksi yang terikat bersama oleh gravitasi, dengan satu galaksi yang sangat cerah di dekat pusat mereka, yang disebut brightest cluster galaxy (BCG).

Abell 2261 adalah BCG dan terletak 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Abell 2261 berukuran sekitar 10 kali lipat dari Bima Sakti.

Baca Juga :  Niat, Doa, Serta Tata Cara Tayamum Pengganti Wudhu

Astronom memprediksi Abell 2261 merupakan lubang hitam yang beratnya antara 3 miliar dan 100 miliar massa matahari, menyaingi beberapa yang terbesar yang pernah ditemukan

Melansir Science Alert, NASA mengatakan instrumen Chandra X-ray Observatory, Very Large Array, dan Hubble Space Telescope gagal menemukan petunjuk lubang hitam di pusat Abell 2261.

Sekarang tim astronom yang dipimpin oleh Kayhan Gultekin dari Universitas Michigan kembali ke Chandra untuk satu set pengamatan yang lebih dalam. Hipotesis awal menyebut lubang hitam itu sebenarnya dikeluarkan dari pusat galaksi.

Peristiwa itu bisa saja merupakan hasil dari bergabungnya dua galaksi, dengan lubang hitam di tengah dan membentuk satu lubang hitam yang besar.

BCG diperkirakan akan tumbuh ketika mereka bergabung dengan galaksi lain. Ketika ini terjadi, lubang hitam supermasif di pusat galaksi juga akan bergabung, perlahan-lahan merangsek ke arah yang sama satu sama lain sebelum menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Baca Juga :  Tak Hanya Disidang, Raffi Ahmad Juga Dipolisikan soal Protkes

Berkat astronomi gelombang gravitasi, peneliti mengetahui penggabungan lubang hitam supermasif mengirim gelombang gravitasi melintasi ruang-waktu. Ada kemungkinan jika gelombang gravitasi lebih kuat ke satu arah, maka recoil gravitasi dapat menendang lubang hitam gabungan ke arah yang berlawanan.

Menemukan bukti itu dinilai akan luar biasa. Pertama, recoil penggabungan lubang hitam belum terdeteksi, yang berarti masih hipotesis. Tapi kita juga tidak tahu apakah lubang hitam supermasif benar-benar dapat menyatu satu sama lain.

(CNNIndonesia)

  • Bagikan