Massa Aksi 1812 Akan Di Rapid Test, yang Reaktif Dibawa ke RSD Wisma Atlet

  • Bagikan
e5f1189d 046010600 1594213138 melegakan kemenkes ri putuskan tarif rapid test tertinggi 150 ribu saja shutterstock 1704303109

JAKARTA – Aksi dari Anak NKRI yang bertajuk aksi 1812 akan digelar hari ini di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya akan melakukan Operasi Kemanusiaan diikuti dengan penegakan hukum jika massa menghiraukan Operasi Kemanusiaan.

“Polda Metro Jaya akan melaksanakan Operasi Kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat dari Covid-19,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (18/12/2020)

Yusri menegaskan, pihaknya akan memasifkan Operasi Kemanusiaan terlebih dahulu. Operasi Kemanusiaan itu akan dilakukan dengan skema 3T alias testing, tracing dan treatment.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Akhir Pekan, August Rush

“Kepolisian akan melakukan Operasi Kemanusiaan seperti apa? Kan hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat makanya kita akan melakukan Operasi Kemanusiaan,” kata Yusri.

Dalam Operasi Kemanusiaan itu, pihaknya akan memberikan imbauan terkait bahaya berkumpul di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya juga melakukan deteksi dini virus corona dengan cara rapid test terhadap massa aksi.

“Nanti akan kita rapid semuanya kalau perlu. Dan kalau ada yang reaktif akan kita bawa ke (Rumah Sakit Darurat) Wisma Atlet,” beber Yusri.

Kemudian, jika Operasi Kemanusiaan diindahkan, Polda Metro Jaya akan melakukan Operasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19. Dasar hukumnya mengacu pada perundang-undangan yang ada, Pergub, Perda hingga KUHP.

Baca Juga :  Aplikasi Android Error dan Crash, Ini Masalah dan Cara Memperbaikinya

“3T kita lakukan kalau diindahkan ada aturan yang mengatur, ada UU Nomor 6, ada UU Nomor 4 soal wabah penyakit, ada Perda, Pergub, ada KUHP Pasal 212, 218 dan perundang-undangan yang berlaku itu akan kita teggakkan semuanya. Intinya kerumunan tidak diperbolehkan karena situasi sekarang ini,” kata Yusri.

“Operasi Kemanusiaan dulu baru disusul penindakan hukum. Jadi Pembubaran itu adalah jalan terakhir jika mereka tidak mengindahkan semua seperti Operasi Kemanusiaan,” pungkas Yusri.


Okezone

  • Bagikan