Polisi Sebut Voice Note Buktikan Rencanakan Penyerangan

  • Bagikan
7c0e582e a703 43cb a572 13055f046d5f 169

JakartaDirektur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Tubagus Ade Hidayat menyebut laskar pengawal Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merencanakan aksi penyerangan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Pernyataan Tubagus berdasar pada bukti rekaman suara atau voice note yang dikantongi polisi. Rekaman ini disebut berisi suara sejumlah anggota laskar pendukung Rizieq.

“Itu nyata dan tidak dikarang-karang, terlihat, terdengar di dalam voice note tersebut. Itu fakta-faktanya,” kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Senin (7/12).

Tubagus menerangkan, dalam rekaman suara itu, pendukung Rizieq sudah mengetahui bahwa ada anggota polisi yang mengikuti mereka.

Namun meski mengetahui itu merupakan anggota polisi, lanjut Tubagus, pendukung Rizieq tetap melakukan penyerangan.

“Faktanya sudah kami sampaikan dan juga ada bukti tentang voice note, bagaimana sedemikian rupa direncanakan untuk dipancing ke sana dan kemudian dipepet. Semuanya terdatakan atau ternyatakan dengan jelas di dalam voice note itu,” tutur dia lagi.

“Sudah tahu itu adalah mobil Polri dan tidak juga melakukan apapun tetapi dilakukan proses penyerangan. Itu faktanya dan didapatkan senjata tajam dan senjata api,” imbuh Tubagus.

Baca Juga :  Ungkapan Dirgahayu RI yang Salah dan Benar dari Kemendikbud

Polisi Akui Mengikuti Mobil Rombongan Rizieq

Tubagus mengatakan, Polda Metro Jaya mendapati ada sembilan mobil rombongan dari laskar yang mengawal Rizieq Shihab. Tapi ia tak merinci apakah di antaranya terdapat pula Rizieq dan keluarga.

“Begini faktanya itu sembilan mobil dari mereka diikuti oleh satu mobil (polisi) saja,” terang dia.

Tubagus mengakui, mobil anggota polisi mengikuti rombongan Rizieq untuk melakukan pemantauan. Sebab menurut dia, polisi menerima informasi bahwa bakal ada pengerahan massa mengawal agenda pemeriksaan Rizieq pada hari itu.

Namun begitu Tubagus mengklaim, polisi tidak akan melakukan penembakan jika tidak terdesak.

“Kalau tidak dalam kondisi terdesak anggota tidak akan melakukan itu [penembakan], bahkan bilamana perlu anggota tidak sampai ketahuan. Kan itu dalam rangka tidak ketahuan gitu loh,” kata dia lagi.

Sebelumnya, bentrokan antara anggota polisi dan laskar pengawal Rizieq terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca Juga :  Sisa BLT Subsidi Gaji Termin II Cair di Akhir Tahun

Akibat kejadian itu, enam orang dari pendukung Rizieq tewas.

Kedua pihak yakni polisi dan FPI masing-masing memiliki kronologi terkait bentrokan dini hari tersebut.

Polisi menyebut bentrok lantaran aparat diserang dan dipepet ketika melakukan penyelidikan. Sedangkan FPI menyatakan, bentrok bermula karena kelompok laskar pengawal mendapat serangan dari orang tak dikenal di tengah tugas mengawal pentolan FPI Rizieq Shihab.

Upaya menggali fakta dan mengungkap kebenaran atas insiden tersebut tengah disusun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan membentuk tim khusus.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam tim bakal mendalami pelbagai informasi seputar kejadian.

“Komnas HAM melalui [Bidang] Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat tim. Saat ini sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yg beredar di publik,” kata Choirul Anam melansir CNNIndonesia.com, Senin (7/12).


Melansir CNNIndonesia

  • Bagikan