Isi Kepmenkes soal Vaksin Covid-19 di Indonesia

  • Bagikan
5b3544fc 5fb3e8cbe4519

CR — Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19).

Keputusan yang diteken Terawan Kamis (3/12) lalu itu memaparkan enam diktum. Pertama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Kedua, keenam kandidat vaksin yang telah ditetapkan sesuai diktum pertama merupakan kandidat vaksin yang masih menjalani uji klinis tahap ketiga.

Ketiga, penggunaan keenam kandidat vaksin secara resmi hanya dapat disuntikkan kepada warga usai mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga :  Strategi Joan Mir Taklukkan Marc Marquez Musim Depan

Keempat, Menkes berhak melakukan perubahan jenis dari enam kandidat vaksin yang disebutkan dalam diktum pertama, bila mendapat rekomendasi Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional, sekaligus memperhatikan pertimbangan dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kelima, pengadaan vaksin covid-19 akan dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang pertama untuk kebutuhan vaksinasi program dilakukan oleh Menkes, sedangkan untuk kebutuhan vaksinasi mandiri akan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Terakhir, keenam, Kepmenkes ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan atau mulai berlaku sejak 3 Desember 2020.

Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300ER yang membawa vaksin corona telah tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 21.20 WIB, Minggu (6/12). Vaksin tersebut terlihat dikemas di dalam kontainer bermerek Envirotainer yang memiliki pendingin untuk menyimpan vaksin.

Baca Juga :  Harga Komoditas Pangan Naik, Cabai Tembus Rp39.100 per Kg

Kedatangan itu sebelumnya sempat disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memastikan vaksin virus corona telah tiba di Indonesia. Jokowi menjelaskan vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia adalah vaksin buatan Sinovac, sebanyak 1, 2 juta vaksin. Jokowi menambahkan pemerintah saat ini juga masih mengupayakan mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin. Diperkirakan vaksin tersebut akan tiba Januari 2021.

“Saya ingin menyampaikan satu kabar baik bahwa hari ini pemerintah sudah menerima 1,2 juta vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac, yang kita uji klinis di Bandung sejak Agustus 2020,” kata Jokowi dalam keterangan pers, Minggu (6/12).

Selain itu, Jokowi pun mengungkap kondisi vaksinasi tidak mungkin dilakukan serentak. Sehingga, dia berharap masyarakat bisa mengikuti pengumuman dan petunjuk yang sudah disiapkan oleh pemerintah.


Melansir CNNIndonesia

  • Bagikan