Mimpi Ditegur Sebuah Cahaya, Tere Putuskan Tinggalkan Karier

  • Bagikan
2618d6d7 images 2020 12 06t172533.889

Islami — Tere, mantan penyanyi dan anggota DPR ini memutuskan dengan tegas untuk memilih menjadi mualaf ketimbang melanjutkan kariernya.

Islam tidak memaksa manusia untuk menjadi muslim atau seutuhnya. Kehendak-Nya yang bisa membukakan hati seorang manusia. Seperti kisah Tere, dia masuk Islam dengan meninggalkan segala pekerjaannya.

“Qadarullah Allah izinkan saya menemui ayat-ayat yang membuka cakrawala berfikir saya, dan sebenernya secara logika saya sudah ‘okey this is make change’ tapi waktu itu hati saya masih keras. Dulu, saya sempat berfikir okelah ini agama semuanya dibuat oleh manusia, yang penting saya tahu tuhan saya satu,” sebutnya.

Dikutip dari Channel Youtube Cerita Untungs pada Ahad  (06/12/2020), Tere melanjutkan kisahnya.”Sampai akhirnya saya dikasih kode keras, kode kerasnya dikasih mimpi. Mimpinya waktu itu saya terkujur kaku dalam gelap lalu ditanya oleh sebuah cahaya. Cahaya itu bertanya, ‘Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu?’. Alhamdulillah Allah kasih saya bangun dengan keadaan keringet dingin,” tutur Tere.

Baca Juga :  Cara Memelihara Hewan Ala Nabi Muhammad SAW

Tak lama setelah itu, pada 2000, Tere pun memutuskan untuk pindah agama dan masuk Islam. Namun, ternyata masuk Islam tak segampang yang dia kira sebelumnya. Masih banyak pelajaran panjang yang harus dia tekuni agar menjadi muslim yang dirahmati Allah Subhanallahu wa ta’ala.

“Setelah saya melalui banyak rintangan, akhirnya Allah memberikan kode keras lagi kepada saya. Yaitu kematian. Dalam mimpi itu, ibu saya meninggal pada 2012 yang dilanjutkan bapak saya meninggal juga tahun 2013. Jadi, berturut-turut,” katanya.

Tere juga menceritakan dalam mimpinya bahwa ibunya berpesan, jika ia menjadi seorang muslim saat ini, maka jadilah muslim yang baik.Di tahun setelahnya, ketika bapaknya meninggal, Tere juga sempat diberikan mimpi.

“Ini sebuah pesan lagi untuk saya dari langit. Oke berarti, enggak boleh main-main. Mamah saya sudah berpesan, jadi Islam yang benar. Dan ya, saya selama ini mengakui saya pendosa, saya banyak sekali melakukan kesalahan. Tapi, saya enggak mau akhir hidup saya, saat saya meninggal saya enggak bisa mengucapkan kalimat Laa ilaa ha ilallahu Muhammad Rasulullah,” beber Tere sambil menangis.

Baca Juga :  Menanti Datangnya Malam Seribu Bulan

Tere mengaku dalam setiap perkataannya, kalau dia adalah seorang yang bodoh. Tapi, dari kebodohan itulah dia terus belajar mencari tahu apa yang tak diketahuinya.

“Alhamdulillahnya, setelah saya ikhtiar, Allah berikan saya nikmat untuk saya bisa pergi umrah. Tak lama kemudian Allah berikan lagi nikmatnya, ada forum Khalaqoh Qur’an yang buat saya belajar tahsiq sampai saat ini. Itu nikmat yang terus Allah kasih bagi setiap hambanya yang berserah diri. Karena Allah izinkan saya mengenal-Nya.” ucapnya diakhir cerita yang Tere berikan.


Editor AG

Sumber okezone

  • Bagikan