Mensos Korupsi , Netizen: Pantes Isi Sarden 9 Jadi 2

  • Bagikan
5df5f9ec mensos korupsi bansos netizen pantes isi sarden 9 jadi 2 w5uzjs5b6m 1

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Akun Instagram Kementerian Sosial pun diramaikan komentar terkait hal tersebut. Dalam unggahan Juliari Batubara yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Malang pun menuai beragam komentar.

“Menteri Sosial tetapi tidak berjiwa sosial, tulis @ahmd_mrwn.

“Pantes isinya dikurangi…. sarden 9 jadi 2” tulis @sinar_tenda.

Mensos diketahui melakukan kunjungan kerja dalam rangka rapat koordinasi teknis dengan para Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus menyalurkan bantuan kepada 29 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Alih-alih kegiatan kunjungan kerja seharusnya mendapatkan respon positif dan apresiasi, malah dikomentari sebaliknya.

Baca Juga :  Penjelasan Dokter Terkait Ruam Kulit Dewi Perssik saat Covid

“Bansos yang tidak sampai ke masyarakat, ternyata dananya malah dikorupsi,” tulis @mubarak_store.pdg

“Ternyata bapak yg ganti indomie jadi mi sakura” @luqman_diaz

“Jancok emang” tulis @mfahmip11d

“Kayak tai asu” tulis @gilangprstyo meluapkan kekesalannya

Di kolom komentar, banyak netizen berharap diberi hukuman mati karena perbuatan biadab Mensos, terlebih-lebih yang dikorupsi adalah bantuan bencana.

Baca Juga :  Gusdurian Dorong Penerapan Pribumisasi Islam Ala Gus Dur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara sebagai tersangka penerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Juliari diduga mendapat ‘jatah’ sebesar Rp17 miliar dari paket pengadaan bansos Covid-19 tersebut. Juliari menambah catatan hitam menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tersangkut kasus rasuah. Sebab, sebelum Juliari Batubara ditetapkan tersangka, KPK lebih dulu menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.


Editor AG

Sc okezone

  • Bagikan