Mensos Minta Kepesertaan PKH Maksimal 5 Tahun

  • Bagikan
63a7e40b images 2020 12 05t193854.191

CRMenteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menargetkan kepesertaan keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) maksimal 5 tahun. Untuk itu, ia memerintahkan jajarannya segera membikin aturan mengenai hal tersebut.

“Peserta PKH maksimal 5 tahun, setelah 5 tahun harus segera diganti atau digraduasi. Ini untuk memberikan kesempatan kepada keluarga miskin lainnya yang layak dapat PKH bisa mendapatkan haknya,” kata Mensos Juliari P Batubara saat kunjungan kerja di Kabupaten Malang pada Sabtu (5/12/2020).

Dirinya mengaku kerap kali mendapat keluhan dari sejumlah daerah, mengenai kepesertaan PKH yang kerap kali berubah tiap tahunnya.

“Saya sering dapat keluhan penerima PKH orangnya itu-itu saja. Padahal yang lain ada yang layak, tapi karena kuotanya terbatas 10 juta dan sudah penuh maka mereka tidak bisa masuk,” ungkap Juliari.

Maka Mensos menyebut perlu adanya pembaruan data penerima manfaat. Dimana ia melihat banyak daerah kabupaten /kota tidak melakukan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sejauh ini, ada sekitar 300-an Kabupaten/Kota yang tidak memperbaharui data selama lima tahun.

“Kita jangan pelihara orang miskin. Kita kasih orang itu-itu saja,” ucapnya.

Kemensos juga akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar daerah-daerah yang tidak melakukan pembaruan data kemiskinan mendapat pengurangan dana-dana yang sifatnya dari pusat. “Tindakan ini bukanlah ancaman, tetapi sebaliknya untuk memberi motivasi kepada daerah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang Dari Bumi : Peringatan dari WHO

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin mengatakan akan segera menindaklanjuti arahan Menteri Sosial dengan merumuskan target kepersertaan KPM PKH. “Kita akan rumuskan secepatnya sehingga azas keadilan di PKH dapat cepat terlaksana,” tegas Pepen.

Guna memenuhi rasa keadilan, langkah pertama yang diambil Kemensos yakni meningkatkan jumlah graduasi KPM PKH dari 10 persen pada tahun ini, menjadi 30 persen pada tahun depan.

“Hingga saat ini jumlah KPM PKH yang telah tergraduasi sebanyak 1.179.304 KPM hingga 30 November. Di provinsi Jawa Timur tercatat KPM graduasi sebanyak 225.183 KPM, Untuk Kabupaten Malang KPM graduasi sebanyak 8.458 KPM,” tambah Pepen.

Data Kementerian Sosial mencatat jumlah bansos PKH yang telah disalurkan di Provinsi Jawa Timur senilai 5,4 triliun rupiah untuk 1.678.173 KPM. Sedangkan untuk Kabupaten Malang bansos PKH yang disalurkan senilai 286 miliar rupiah untuk 91.804 KPM. Untuk menekan penyebaran TBC, dikatakan Pepen sesuai arahan Presiden mulai tahun depan memasukkan unsur TBC dalam bantuan PKH.

“Bantuan untuk TBC harapannya digunakan mereka untuk berobat hingga sembuh. Menindaklanjuti arahan Presiden pada tahap IV penyaluran bansos PKH di Provinsi Jawa Timur tercatat KPM PKH Penderita TBC yang sudah diberikan bantuan sebanyak 84 KPM dan di Kabupaten Malang baru terlaporkan dibantu sebanyak 3 KPM,” jelas Pepen.

Baca Juga :  Pengertian UTBK, Jadwal hingga Biayanya pada SBMPTN 2021

“Khusus untuk PKH di Provinsi Jawa Timur telah berkontribusi dalam mengurangi stunting dan gizi buruk melalui bansos Komponen Kesehatan pada kategori anak usia dini sebanyak 344.964 orang dan ibu hamil sebanyak 10.438 orang. Di kabupaten Malang anak usia dini tercatat sebanyak 16.806 orang dan ibu hamil sebanyak 629 orang,” imbuhnya.

Dalam Rakordinasi SDM PKH sendiri diikuti SDM PKH Kabupaten Malang sebanyak 326 orang yang terdiri dari 3 korkab, 9 APD dan 314 Pendamping secara virtual. Sedangkan peserta yang hadir dalam kesempatan ini sebanyak 38 orang terdiri dari 1 orang Koordinator Wilayah, 3 Orang Koordinator Kabupaten, dan 34 Koordinator Kecamatan serta Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten. Sebagai protokol Kesehatan kami telah melaksanakan rapid test kepada seluruh peserta dan panitia.

Dalam kesempatan ini pula, sebanyak 3 orang SDM PKH berprestasi yang telah menggraduasi KPM Sejahtera Mandiri terbanyak mendapatkan sertifikat penghargaan dan hadiah dari Bapak Menteri Sosial RI.


Editor AG

Sumber okezone

  • Bagikan