Ledekan Ustaz Maaher Berujung Ancaman 6 Tahun Bui

  • Bagikan
fa34aeef gelar perkara kasus kebakaran gedung kejagung 1 169

CR — Cuitan Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailib melalui akun Twitter pribadinya berujung jerat tindak pidana. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karena diduga melakukan ujaran kebencian.

Maaher, langsung ditangkap oleh aparat di kediamannya di wilayah Bogor, Jawa Barat pada Kamis (3/12) dini hari. Dia lantas diboyong menuju Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan, Maaher terancam hukuman maksimal enam tahun penjara akibat perbuatannya itu. Cuitan Maaher diduga mengandung unsur pelanggaran dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi Rp1 miliar,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/12).

Awi menerangkan, duduk perkara ini berlangsung saat Maaher diduga menghina Luthfi bib Ali bin Yahya dengan mengunggah foto mengenakan sorban putih. Maaher memberi keterangan ‘Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya banser ini ya’.

Diketahui, Luthfi merupakan seorang ulama dan anggota Dewan Perimbangan Presiden (Wantimpres) Jokowi.

Cuitan itu, kata Awi, diduga bermuatan rasa kebencian, permusuhan, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Maaher pun dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Modus operandi, tersangka mengunggah konten SARA pada akun Twitter milik tersangka. Sedangkan motif masih pendalaman,” terang Awi.

Lebih lanjut, Awi mengungkapkan unggahan Maaher itu telah diteliti sebelum aparat menetapkan sebagai tersangka. Hasil analisis menunjukkan, ungkapan ‘cantik’ biasanya lazim ditujukan kepada perempuan.

Sementara panggilan kyai, biasanya disematkan kepada seseorang tokoh dalam agama Islam dengan jenis kelamin laki-laki.

“Sehingga, mewakili penamaan tokoh orang-orang yang punya nilai religi yang tinggi tidak sembarangan,” tutur Awi lagi.

Menurut dia, hal tersebut yang melatarbelakangi sekelompok orang melaporkan cuitan Maaher. Awi menjelaskan bahwa laporan tersebut dibuat oleh salah satu anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga :  Samsung Galaxy A51 mulai terima update Android 11 dan One UI 3.0

“Kami duga terjadi penghinaan yang menjadikan delik yang kuat untuk menghasut dan menimbulkan perpecahan antar-golongan dan kelompok masyarakat,” ucap dia.

Sebelum menjadi tersangka. cuitan itu sempat berpolemik panjang. Ditambah lagi, selebritas Nikita Mirzani sempat turut membagikan cuitan Maaher itu sehingga media sosial kian riuh.

Maaher sendiri sudah menyampaikan klarifikasi lewat kicauan di akun Twitter miliknya.

“SOAL FOTO HABIB LUTFI BIN YAHYA, sudah saya klarifikasi. Cebong paling bisa giring opini seakan saya menghina Habib Lutfi Bin Yahya, NA’UDZUBILLAH. Semoga Allah menjaga seluruh Dzurriyah Nabi Sy akan tetap fokus untuk tumpas sampah masyarakat penghina IB HRS,” tulis Maaher.

Maaher Hina Gus Dur, Pelapor Tak Mau Ada Ustaz Serampangan

Sekretaris Jenderal Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Timur, Waluyo Wasis Nugroho mengapresiasi langkah Polri menangkap Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Ernata.

Waluyo merupakan pelapor kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Maaher terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.

Waluyo berharap Maaher bisa dihukum dengan seberat-beratnya. Ia ingin ujaran kebencian seperti yang dilakukan Maaher tak terulang kembali dan tak dilakukan oleh siapapun di kemudian hari.

“Kalau bisa hukum seberat-beratnya, karena terlalu sering, biar ada efek jera. Jadi hukum maksimal, kalau jaksa hanya [mendakwa] 4-5 tahun, ini bisa 12-15 tahun, jadi ke depan tidak ada yang sembarangan,” kata Waluyo, melansir CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan, hal ini bermula saat ia membaca cuitan akun Twitter Maaher, @ustadzmaaher_, yang diduga menghina sejumlah tokoh bangsa, seperti Gus Dur dan Habib Luthfi, dengan kata-kata yang tidak pantas.

“Bagaimana bisa seorang akun Ustaz Maaher ini bisa seenaknya, seenaknya jari tangannya menghujat para guru bangsa, banyak postingan dia menghina Gus Dur, menghina Habib Luthfi,” kata dia.

Cuitan yang dimaksud Waluyo adalah saat Maheer menyebut Gus Dur adalah ‘Kiai Buta’, serta mengatakan Habib Luthfi bertambah cantik karena mengenakan kerudung atau kain serban. Penelusuran CNNIndonesia.com sendiri, baik akun @ustadzmaaher_ dan cuitan itu diduga telah dihapus.

Baca Juga :  Rincian THR dan Gaji ke-13 untuk PNS Lulusan SD hingga S3

“Dua tokoh ini kan ikon Muslim Indonesia, sangat disegani dan sangat dihormati oleh masyarakat Muslim dunia. Oleh tokoh-tokoh agama lain, kok seperti ini Maaher menuliskan kata-kata tidak pantas buat beliau-beliau ini,” ucapnya.

Waluyo merasa sikap Maaher ini tak bisa dibiarkan. Ia pun melaporkan akun itu ke Ditreskrimsus Polda Jatim Surabaya, 16 November 2020 lalu. Tak hanya itu, ia juga melaporkan Maaher ke Bareskrim Polri di Jakarta, 27 November 2020. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/0677/XI/2020/BARESKRIM.

“Awalnya ke Polda Jatim lalu saya laporkan langsung ke Mabes [Polri]. Ada [alat] bukti flashdisk, record ujaran maaher dan screencapture cuitan dia,” ujarnya.

Ia berharap, dengan diproses hukumnya Maheer, maka hal ini bisa jadi pelajaran semua pihak untuk menghentikan ujaran penghinaan dan hujatan yang bisa memicu perpecahan di tengah masyarakat, utamanya bagi para tokoh yang mengaku ulama.

“Saya harap ini selesai. Semoga ini jadi pelajaran bagi siapapun yang merasa dirinya tokoh untuk mengakhiri polemik ujaran kebencian ini, apalagi dia mengaku sebagai ulama jangan sampai dia menyebar kebencian kepada golongan yang lain,” kata dia.

“Didiklah generasi kita ke depan dengan seorang yang bagus, bermoral, dan mengajarkan kasih sesuai dengan yang diajarkan Rasullulah SAW. Agar tercipta kedamaian ummat, persatuan antar pemeluk agama, dan kebinekaan yang terjaga,” tambahnya.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menyatakan Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau ditangkap jadi apa? (Tersangka) iya. Sudah ditangkap kan,” kata Argo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/12).

Argo mengatakan, Maaher saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim usai ditangkap oleh penyidik, Kamis dini hari di wilayah Bogor, Jawa Barat. Argo belum dapat merinci kasus yang menjerat Maaher. Kata dia, pihaknya masih menunggu laporan secara lengkap dari tim penyidik.


Editor AG

Sumber CNNIndonesia

  • Bagikan