Sinopsis Novel Gampo: Robohnya Rumah Gadang Kami

Sipnosis — Komunitas budaya LUAR KOTAK meluncurkan novel berjudul Gampo: Robohnya Rumah Gadang Kami. Berikut sinopsis novel yang diluncurkan komunitas di bidang promosi kebudayaan lewat karya-karya populer.

Sang penulis Novel, Andre Donas, mengungkapkan novel karyanya sebagai salah satu karya Antropologis.

Gampo: Robohnya Rumah Gadang Kami berkisah tentang perubahan sosial di ranah minang yang terwakili oleh kisah cinta sang tokoh Ando dan kekasihnya,
Nami.

Kisah itu diawali dengan kepulangan Ando ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Ia pulang untuk menengok rumah gadang keluarga besarnya yang “larak” (roboh) karena gempa besar yang melanda sebagian Sumatera Barat pada 2007.

Baca Juga :  Ini Cara Cek NISN Siswa secara Online Terbaru

Bagi Ando, rumah gadang keluarga besar yang roboh bukan sekadar kehancuran fisik atas bangunan yang amat dikaguminya.

Ia juga meratapinya sebagai simbol sebuah kekaguman yang terkikis, keterpesonaan pada budaya, adat-istiadat, dan keterbukaan masyarakat Minang yang mulai berubah dari yang dikenalnya dulu.

Uniknya, kesedihan itu hadir bersamaan dengan terkuaknya rahasia cinta yang pernah terjalin antara Ando dan Nami. Petualangan asmara mereka diwarnai persoalan adat dan luka pernah terjadi antara kedua keluarga besar ibu dan bapaknya.

Mampukah cinta mereka yang begitu indah menghadapi persoalan-persoalan yang menghadang?

Lalu apa yang sesungguhnya terjadi pada adat minang di tengah perubahan zaman?

Baca Juga :  Viral Bapak-Bapak Berlumuran Darah di Pinggir Jalan Kota Bandung, Diduga Jadi Korban Begal

Semuanya akan terkuak secara gamblang dalam penelusuran panjang dan pengalaman pribadi. Setiap bagian diceritakan dengan tendensi penuh kemarahan dan kegeraman seorang Malin Kundang yang terwakili pada diri Ando.

Sebagai novel antropologis, penulis juga telah memasukkan beberapa referensi yang berasal dari penelitian terhadap perubahan sistem matriarkat Minang yang ditulis oleh para peneliti kawakan.

Di dalam situasi perubahan besar di ranah Minang itulah, jatuh bangunnya cinta antara Ando dan Nami terjadi. Gampo pada akhirnya adalah sebuah kritik terhadap semua perubahan itu.


Melansir cnnindonesia