Pesta Pernikahan Berakhir Petaka, 1 Balita Tewas dan 212 Orang Keracunan

  • Bagikan
83a38a0c images 2020 12 01t211031.369

BUTON – Pesta pernikahan yang digelar di desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), berakhir petaka.

Sebanyak 212 warga di duga keracunan usai menyantap makanan, hingga di larikan ke puskesmas dan RSUD setempat. Satu orang balita meninggal dunia.

Warga yang menghadiri acara tersebut dilarikan ke puskesmas dan RSUD setempat, karena diduga keracunan makanan yang disajikan.

Jumlahnya tidak sedikit, dinas kesehatan setempat mencatat, terdapat 212 warga, sejak Senin pagi (30/11/2020), terpaksa harus menjalani perawatan intensif, karena mengeluhkan pusing, mual hingga diare.

Ruang unit gawat darurat RSUD Kabupaten Buton, disesaki oleh pasien dengan gejala yang sama. Bukan cuma di RSUD saja, sejumlah puskesmas yang terdekat dengan Desa Galanti juga, kewalahan mengurusi pasien.

Baca Juga :  Viral Bule Rusia di Bali, Langgar Aturan Masih Ngotot ke Polisi

Rata-rata pasien yang di rawat yaitu anak-anak. Terpaksa lorong-lorong rumah sakit dan puskesmas dijadikan tempat perawatan untuk pasien.

Nahasnya, satu orang balita yang sempat dirawat di unit gawat darurat RSUD Buton kesehatannya kritis sejak Selasa pagi, hingga meninggal dunia.

Bupati Buton, La Bakri, langsung meninjau penanganan pasien di rumah sakit setempat, untuk memastikan semua pasien bisa di layani dengan baik.

Baca Juga :  LPS Tidak Jamin Saldo Uang Elektronik

Sementara itu, pasca-ratusan warga diduga mengalami keracunan makanan, polres langsung bergerak melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab terjadinya kecarunan massal ini.

“Satreskrim Polres Baubau, telah melakukan olah kejadian perkara, dan mengambil beberapa sampel makanan untuk di uji laboratorium. Termasuk mengambil keterangan beberapa warga,” jelas Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Dedi Hartoyo.

Dinas kesehatan setempat juga telah mengirim sampel makanan, air dan muntah pasien ke Kota Kendari untuk diuji. Apakah makanan yang di konsumsi mengandung bakteri atau racun.


Editor AG

Melansir Okezone

  • Bagikan