7 Peninggalan Kerajaan Islam dan Sejarah Singkatnya

  • Bagikan
050546e0 5c92 4904 b2a4 06c218f0539c 169

Meski diperintah oleh Sultan, namun Kerajaan Aceh saat itu di kendalikan oleh para orang kaya atau yang disebut dengan Hulubalang. Dalam cerita rakyat Aceh, disebutkan terjadi penumpasan terhadap para Hulubalang yang dilakukan oleh Alaiddin Riayat, karena berlawanan dengan sistem kepimpinannya.

Sementara masa kejayaan Kerajaan Aceh terjadi saat diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Sultan Iskandar Muda menakluk kan wilayah Pahang yang kaya akan timah.

Kemudian Sultan Iskandar Muda menyerang pasukan Portugis yang berada di Melaka, serangan ini dimaksudkan memperluas pengaruh Kesultanan Aceh atas semenanjung Melayu. Namun sayang, serangan ini gagal.

Bukti arkeologis Kesultanan Aceh di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, Taman Sari Gunongan, Pintu Khop, Makam Sultan Iskandar Muda, dan Uang Emas Kerajaan Aceh.

Baca Juga :  5 Besar di FP2 MotoGP Prancis, Valentino Rossi: Latihan Bebas yang Bagus!

3. Kerajaan Demak (1475-1548)

Umat muslim mengikuti pengajian Ramadan di serambi Masjid Agung Demak, Bintoro, Demak, Jawa Tengah, Minggu (20/5). Masjid yang didirikan Raja Demak Raden Patah bersama Sembilan Wali (Wali Songo) yang sekaligus berperan sebagai pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pada abad ke-15 tersebut menjadi sentra kegiatan peribadatan serta keagamaan warga setempat maupun luar kota terutama pada bulan suci Ramadan. ANTARA FOTO/Aji Styawan/kye/18.Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Masjid Agung Demak, Bintoro, Demak, Jawa Tengah adalah salah satu peninggalan kerajaan Islam Demak.

Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak memiliki peran penting dalam menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Penyebarannya digagas oleh Sembilan orang wali atau lebih dikenal dengan Wali Songo.

Raden Patah sebagai pendiri Kerajaan Demak adalah putra Prabu Brawijaya, raja terakhir dari Majapahit. Usai keruntuhan Majapahit, sejumlah daerah melepaskan diri, salah satunya Demak. Letak Demak yang berada di pesisir utara Pulau Jawa, menjadikan Demak kuat secara maritim.

Berada di kawasan strategis jalur pelayaran dan memiliki Pelabuhan besar, mendongkrak ekonomi Kerajaan Demak saat itu dengan komoditi dagang berupa beras, garam, dan kayu jati.

Baca Juga :  Peninggalan Kerajaan Kutai, Bukti Sejarah Tertua Nusantara

Puncak kejayaan Kerajaan Demak terjadi saat masa pemerintahan Sultan Trenggono, dimana Sultan Trenggono berhasil menguasai Sunda Kelapa, Tuban, Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Blambangan.

Sepeninggalnya Sultan Trenggono terjadi konflik perebutan kekuasaan antar anggota keluarga kerajaan, yang berdampak melemahnya kerajaan Demak. Runtuhnya Kerajaan Demak terjadi saat pemindahan kekuasaan dari Demak ke wilayah Pajang.

Namun demikian, Kerajaan Demak juga meninggalkan benda bersejarah. Peninggalan Kerajaan Islam ini berupa Masjid Agung Demak, Pintu Bledeg, Makam Sunan Kalijogo, Soko Guru, Pawestren.

4. Kerajaan Cirebon (1430-1677)

Keraton Kasepuhan CirebonFoto: Kondephy via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)
Keraton Kasepuhan Cirebon adalah salah satu peninggalan kerajaan Islam Cirebon

Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke 15 dan 16 M. Berlokasi di pantai utara Pulau Jawa yang menjadi perbatasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, ini membuat Kesultanan Cirebon menjadi jembatan antara 2 kebudayaan yaitu, Jawa dan Sunda.

HALAMAN 1 | 2 | 3 | 4

  • Bagikan