7 Peninggalan Kerajaan Islam dan Sejarah Singkatnya

  • Bagikan
050546e0 5c92 4904 b2a4 06c218f0539c 169

CR — Agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad 13 hingga 15 Masehi. Pendapat tersebut dikuatkan dengan banyaknya bukti peninggalan kerajaan-kerajaan Islam di tanah Nusantara.

Merujuk sejarah, awal kemunculan Islam dimulai dari hubungan niaga antara Indonesia dengan pedagang luar, yang mayoritas berasal dari Timur Tengah.

Pengenalan islam ke Nusantara tentu berpengaruh besar terhadap kebudayaan dan pola hidup masyarakat Nusantara saat itu. Islamisasi berdampak pada setiap elemen kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, politik, hingga budaya.

Pengaruh penyebaran Islam kemudian masuk ke dalam kerajaan-kerajaan pada masa itu. Buntut dari penyebaran tersebut adalah terdapat bangunan bercorak Islami di berbagai daerah.

Dikatakan dalam penyebarannya, para Wali Songo merangkul budaya masyarakat lokal hingga berbaur dengan budaya adat setempat.

Baca Juga :  Moeldoko Bela UU Ciptaker: Mau Diajak Bahagia Kok Susah Amat!

Eksistensi bentuk peninggalan kerajaan Islam yang masih berdiri dan bisa ditemui sampai saat ini seperti masjid dan keraton.

Berikut ragam peninggalan kerajaan Islam beserta sejarahnya.


1. Kerajaan Samudera Pasai (1267-1524)

Kerajaan Samudera Pasai merupakan Kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia. Berdiri pada abad 13 Masehi, terletak di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh Utara.

Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh atau Meurah Silu (nama sebelum masuk Islam) yang juga merupakan raja pertama Samudera Pasai.

Sebelumnya, kerajaan Samudera Pasai terdiri dari atas kerajaan berbeda yakni Kerajaan Samudera (Peurlak) dan Pasai (Pase). Kedua kerajaan bersatu setelah kedatangan para pedagang islam dan menyebarnya islam di Aceh.

Wilayah kekuasaan Samudera Pasai cukup luas, mencapai seluruh wilayah Aceh. Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perdagangan penting yang sering dikunjungi pedagang dari Cina, India, Siam, Arab, dan Persia, dengan komoditas utama saat itu adalah lada.

Samudera Pasai meninggalkan bukti arkeologis cukup banyak di antaranya makam Sultan Malik Al-Saleh. Koin emas dirham yang merupakan mata uang Kerajaan Samudera Pasai saat itu, Lonceng Cakra Donya, dan Hikayat Raja-raja Pasai.


2. Kerajaan Aceh Darussalam (1496-1903)

Warga muslim berjalan menuju halaman seusai menunaikan ibadah shalat pada hari pertama Ramadhan 1440 H di Masjid Tuha Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, (6/5/2019). Masjid Tuha Indrapuri, salah satu masjid bersejarah dan tertua berkontruksi kayu berusia ratusan tahun di Aceh tersebut,  dibangun pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda pada abad 16 yang lokasinya merupakan bekas bangunan candi peninggalan kerajaan Hindu di Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/ama..Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Salah satu peninggalan kerajaan Islam Masjid Tuha Indrapuri, salah satu masjid bersejarah dan tertua berkonstruksi kayu berusia ratusan tahun di Aceh tersebut, dibangun pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda pada abad 16. ANTARA FOTO/Ampelsa/

Kerajaan Aceh Darussalam didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada 1496. Kerajaan Aceh sudah ada lebih dulu dari Samudera Pasai. Pengaruh dan kekuasaan Kesultanan Aceh semakin besar setelah mengambil alih Samudera Pasai pada 1524 M.

HALAMAN 1 | 2 | 3 | 4

  • Bagikan