Pemilihan Ketum MUI Pengganti Ma’ruf Dilaksankan Malam Ini

  • Bagikan
d49dac69 d930 4b2f a89a 67b9aa22ee92 169

Nasional — Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) memasuki hari kedua, Kamis (26/11). Berdasarkan agenda munas yang dilansir CNNIndonesia.com, pada malam ini salah satunya akan ada proses pemilihan pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru MUI Pusat masa bakti 2020-2025.

Pemilihan ketum MUi itu rencananya akan digelar sejak pukul 19.00 WIB. Agenda itu nantinya diawali dengan pembahasan tata tertib pemilihan Ketum MUI periode 2020-2025. Selanjutnya, peserta Munas akan memilih Tim Formatur yang memiliki wewenang penuh untuk memilih Ketua Umum dan kepengurusan baru MUI 2020-2025.

Sekitar pukul 20.00, Tim Formatur yang dipilih tersebut akan menggelar rapat musyawarah untuk memilih ketum dan kepengurusan baru MUI. Saat ini, kepengurusan MUI masa bakti 2015-2020 dipimpin Ma’ruf Amin sebagai ketua umum. Namun, Ma’ruf menjadi ketua umum nonaktif karena saat ini menjabat Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Ketua Steering Committee (SC) Munas MUI X Abdullah Jaidi membeberkan pemilihan Ketua Umum MUI akan digelar secara kolektif dan kolegial oleh tim formatur. Anggota Tim formatur itu dipilih mewakili pelbagai elemen-elemen masyarakat dan dipilih melalui mekanisme yang berlaku.

Baca Juga :  Cek pasangan drama Korea idealmu berdasarkan tes kepribadian MBTI

Anggota Tim Formatur itu berasal dari representasi perwakilan wilayah MUI, perwakilan ormas Islam, sejumlah pengurus demisioner MUI pusat periode sebelumnya, hingga akademisi.

Beberapa kandidat kuat bursa nama Ketua Umum MUI 2020-2025 sudah mencuat belakangan ini. PBNU sendiri sudah secara resmi mengajukan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai bakal calon ketua umum MUI.

Sementara PP Muhamadiyah mengklaim belum mengajukan kandidat Caketum. Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan pihaknya tak mengajukan nama-nama personal secara khusus dalam Munas MUI. Namun menyerahkan sepenuhnya kepada peserta Munas.

“Tapi secara formal mekanisme diserahkan kepada musyawarin (peserta musyawarah) diharapkan tidak memandang latar belakang ormas tertentu tapi kapabilitas dan kepantasan yang diutamakan,” kata Dadang.

Meskipun demikian, untuk bursa kandidat caketum MUI ini, sejumlah nama dengan latar belakang Muhammadiyah pun ramai diperbincangkan. Beberapa di antaranya adalah Wakil Ketua Umum MUI saat ini Muhyiddin Junaidi, Sekretaris Jenderal MUI saat ini Anwar Abbas, hingga Syafiq Mugni.

Baca Juga :  Pemerintah Bentuk Komite Etik Internet Usai Netizen Indonesia Dinilai Kurang Beradab

Sidang Komisi

Selain memilih Ketua Umum dan kepengurusan baru, MUI juga akan menggelar dua agenda strategis lainnya dalam Munas hari ini. Agenda itu di antaranya adalah mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI 2015-2020 dan sidang-sidang komisi.

Sidang komisi sendiri nantinya akan dibagi menjadi empat bagian yakni Komisi PDPRT, Komisi Garis-Garis Besar Program Kerja Nasional, Komisi Fatwa dan Komisi Rekomendasi/Taujihat.

Khusus untuk Komisi Fatwa, peserta akan membahas tentang rekomendasi fatwa dalam agenda Munas kali ini yakni terkait kehalalan vaksin corona, fatwa pendaftaran haji pada usia dini, fatwa penggunaan masker saat berihram haji dan umrah, dan fatwa pendaftaran haji melalui utang dan pembiayaan.


Editor AG

Sumber CNNIndonesia

  • Bagikan
Positive SSL