Selamat tinggal Cheat Game, Para Ahli Buat Teknologi AI

24

Gadget — Peneliti komputer dari Universitas of Texas, AS, mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi gamer yang menggunakan cheat dalam game massively multiplayer online (MMO) seperti Counter Strike hingga Call of Duty.

Counter-Strike dan Call of Duty adalah dua gim first-person shooter (FPS) populer di dunia. Sayangnya, berbagai perangkat lunak cheat untuk permainan tersedia secara online.

_

Cheat dalam game ini bisa membuat pengguna memiliki keunggulan, seperti bantuan saat membidik, mempercepat kecepatan pemain, hingga membuat tembok transparan agar lebih mudah melihat musuh yang berlindung.

Hal ini juga membuat pengalaman bermain game menjadi tidak adil, terutama di kompetisi dan turnamen. Peneliti komputer dari dari University of Texas di Dallas mengklaim telah menemukan solusi untuk menghapus praktik cheat dalam game.

Para peneliti di universitas telah menciptakan sistem deteksi cheat baru yang dapat digunakan untuk seluruh game MMO yang mengirimkan lalu lintas data ke server pusat.

Para peneliti merancang pendekatan mereka untuk mendeteksi pengguna cheat menggunakan Counter-Strike, tetapi sistem yang sama dapat diterapkan pada seluruh gamer bergenre MMO.

Mendeteksi kecurangan dalam game MMO cukup rumit karena data yang dikirim dari komputer pemain ke server game pusat dienkripsi. Sebelumnya, satu-satunya cara untuk mendeteksi anomali dari cheat adalah melalui log game yang didekripsi.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Kartu SIM Tidak ada layanan

Akan tetapi, mekanisme baru ini melewati masalah data yang didekripsi dengan menganalisis lalu lintas data terenkripsi ke dan dari server secara real time.

Untuk penelitian ini, 20 mahasiswa dari universitas mengunduh Counter-Strike dan tiga software cheat. Cheat pertama adalah aimbot, yang secara otomatis menargetkan lawan.

Cheat kedua adalah cheat modifikasi kecepatan, yang memungkinkan pemain untuk bergerak lebih cepat. Ketiga adalah wallhack, yang membuat dinding transparan sehingga pemain dapat dengan mudah melihat lawan.

“Pemain yang curang mengirimkan lalu lintas dengan cara yang berbeda. Kami mencoba menangkap karakteristik tersebut,” kata kata Dr Latifur Khan, seorang penulis studi tentang penelitian, dan profesor ilmu komputer dan direktur Lab Analisis dan Manajemen Big Data di University of Texas.

Para peneliti juga menyiapkan server yang didedikasikan untuk proyek tersebut sehingga aktivitas 20 mahasiswa tidak akan mengganggu pemain online lainnya.

Saat mempelajari data game yang bergerak dalam paket kecil atau kumpulan informasi, peneliti melihat berbagai ukuran paket data.

Baca Juga :  Emoji Senyum Pakai Masker Hadir di iOS

Paket ini berbeda-beda tergantung pada isinya. Mereka juga menganalisis fitur-fitur seperti jumlah paket masuk dan keluar, ukurannya, waktu pengirimannya, arahnya, dan jumlah paket dalam satu burst (yaitu sekelompok paket yang berurutan).

Pemantauan lalu lintas data ini digunakan untuk mengidentifikasi pola yang mengindikasikan kecurangan, rilis tersebut menjelaskan.

Setelah itu, informasi pola ini digunakan untuk melatih model machine learning berbasis AI untuk memprediksi kecurangan berdasarkan pola dan fitur pada data game.

Para peneliti juga menyesuaikan model statistik mereka berdasarkan sekelompok kecil pemain untuk bekerja pada jumlah pemain yang lebih besar.

Dilansir dari Science Daily, para peneliti yakin perusahaan video game dapat menggunakan teknik ini dengan data mereka sendiri untuk melatih perangkat lunak game guna mendeteksi kecurangan.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa game seperti Counter-Strike tetap menyenangkan dan adil untuk semua pemain,” kata Khan.

Dilansir dari Livemint, temuan penelitian ini dipublikasikan di jurnal IEEE Transactions on Dependable and Secure Computing.



Editor AG

Melansir CNNIndonesia