Akhir 2020 Jupiter -Saturnus Berdekatan.

  • Bagikan
92c95e98 3f9c 449c adfe bf51a4b3f37b 169

CR — Planet Jupiter dan Saturnus dilaporkan akan berada sangat dekat pada 21 Desember 2020. Kejadian itu terakhir terjadi 20 tahun lalu.

Keduanya akan berjarak 0,1 derajat atau hanya 1/5 dari diameter bulan purnama, melansir Earth Sky, Selasa (24/11).

Para astronom menggunakan istilah “konjungsi besar” untuk menggambarkan pertemuan antara dua planet tersebut. Fenomena itu akan menjadi konjungsi Jupiter-Saturnus pertama sejak 2000 dan konjungsi Jupiter-Saturnus terdekat sejak 1623, hanya 14 tahun setelah Galileo membuat teleskop pertamanya.

Konjungsi Jupiter-Saturnus yang sangat dekat terjadi setiap 20 tahun sekali, mengutip Space. Namun ke depannya diprediksi akan terjadi lagi pada 15 Maret 2080. Sehingga konjungsi kali ini akhir tahun ini sangat sayang untuk dilewatkan oleh para astronom.

Baca Juga :  Keberadaan Istri dalam Al-Qur'an

Dalam kondisi itu, Bulan akan dekat Jupiter dan Saturnus pada 20 dan 21 November 2020. Saat Jupiter dan Saturnus hampir mendekati posisi terdekatnya, bulan muda akan menyapu melewati keduanya.

Pada konjungsi besar pada 2000, Jupiter dan Saturnus berada di dekat matahari sehingga sulit untuk diamati.

Pada Desember, Jupiter dan Saturnus diyakini akan terlihat dengan mudah. Sebab planet-planet itu terlihat di sebelah barat tak lama setelah matahari terbenam. Jupiter akan lebih terang dari bintang manapun. Saturnus tidak secerah Jupiter, tapi seterang bintang paling terang dan bersinar dengan warna keemasan.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Di Kepahiang, Pasutri Asal Lubuklinggau Tewas di Tempat

Melansir Sci Tech Daily, pemandangan terbaik berada di dekat khatulistiwa. Namun, fenomena tersebut dapat diamati di mana saja di Bumi, jika cuaca memungkinkan.

Profesor fisika dan astronomi, Hartigan mengatakan duo planet itu akan tampak rendah di langit barat selama sekitar satu jam setelah matahari terbenam setiap malam.

“Semakin jauh ke utara, semakin sedikit waktu mereka untuk melihat konjungsi sebelum planet tenggelam di bawah cakrawala,” tutupnya.


Editor AG

Sumber CNNIndonesia

  • Bagikan