Millen Cyrus Masuk Sel Pria

48

Jakarta — Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta mengatakan selebritas Muhammad Millendaru Prakasa Samudro alias Millen Cyrus sudah ditetapkan tersangka atas kasus narkoba. Ahrie menyebut Millen akan ditempatkan di sel pria.

“Kalau Millen sudah kita tetapkan menjadi tersangka. Karena kan dia (test urine) positif dan barang buktinya ada pada dia. (Ditempatkan di sel) sesuai dengan jenis kelamin yang tertera di KTP-nya ya. Ya sementara di KTP-nya beliau, laki-laki,” kata Ahrie saat dikonfirmasi, Senin (23/11).

_

Ia menjelaskan saat ditangkap pada Minggu (22/11) dini hari di salah satu hotel di wilayah Jakarta Utara, polisi mengamankan barang bukti satu buah bong, sabu seberat 0,36 gram dan minuman keras.

Saat ditangkap itu, kata Ahrie, Millen juga tengah bersama seorang rekan prianya berinisial JR. Dari test urine, JR diketahui negatif narkoba.

“Status JR masih saksi. Ada dua orang masih kita kejar,” ucap Ahrie.

Lebih lanjut, ia menyatakan, dari pemeriksaan diketahui bahwa Millen sudah beberapa kali menggunakan narkoba.

Baca Juga :  Waspada Link Pendaftaran Prakerja Palsu 2021

“Ya baru 3-4 kali, beberapa bulan. Ya kemarin di hotel, lalu ada di Bali dengan di Jakarta di beberapa tempat. Baru itu aja,” ucap dia.

Belum ada pernyataan dari pihak Millen Cyrus terkait kasus ini narkoba ini.

Penangkapan Millen itu menambah daftar panjang kalangan selebriti yang terjerat kasus narkoba di 2020 ini.

Dilansir dari catatan CNNIndonesia.com beberapa nama yang pernah terjerat di antaranya, Vitalia Sesha, Lucinta Luna, Nanie Darham, Aulia Farhan, Medina Zein, Ririn Ekawati, Dwi Sasono, Vanessa Angel, Reza Alatas, Tio Pakusadewo, Naufal Samudra, Roy Kiyoshi, Ridho Ilahi, Catherine Wilson, Reza Artamevia, hingga Syaima Salsabila.

Millen Cyrus Masuk Sel Pria, ICJR Khawatir Potensi Pelecehan

Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengkritik Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena menahan selebritas Muhammad Millendaru Prakasa Samudro alias Millen Cyrus di sel pria.

Peneliti ICJR Maidina Rahmawati menilai seharusnya Millen ditahan di sel perempuan karena mengekspresikan diri sebagai gender perempuan.

“Menahan M (Millen) di tempat laki-laki jelas memberikan risiko keamanan pada M, risiko terjadinya stigma, pelecehan hingga kekerasan, potensi pelanggaran hak asasi manusia yang tidak terhindarkan,” katanya melalui keterangan tertulis yang dilansir CNNIndonesia.com, Senin (23/11).

Baca Juga :  40 Tahun Rasa ABG, 5 Momen Meriah Ulang Tahun Wulan Guritno

Maidina mengatakan seharusnya aparat kepolisian memperlakukan tahanan berdasarkan instrumen hukum dan hak asasi manusia.

Menurut pihaknya, kasus yang menjerat Millen seharusnya pun tidak ditindak dengan penahanan. Ia mengingatkan narkotika yang digunakan Millen untuk dikonsumsi pribadi.

Terlebih, sambungnya, dengan kondisi pandemi covid-19 dimana seharusnya penahanan dilakukan terbatas untuk meminimalikan penularan virus.

“Penahanan harus dilakukan limitatif, kasus penggunaan narkotika untuk konsumsi pribadi harus dijauhkan dari penahanan dan pemenjaraan,” tambah Maidina.

Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta mengatakan Millen ditahan di sel pria karena keterangan jenis kelamin pada KTP-nya. Ia ditahan setelah ditetapkan tersangka.

Publik figur itu ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Utara pada Minggu (22/11) dini hari. Aparat juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,36 gram, satu bong dan minuman keras.


Editor AG

Sumber CNNIndonesia