OJK Keluarkan Aturan Perpanjangan Penundaan Cicilan Kredit Bulan Ini

  • Bagikan
26af9cec images 2020 11 20t184513.563

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan POJK terkait perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan keluar pada akhir November 2020. Aturan itu sudah dalam tahap final.

“Akhir bulan ini aturan POJK nya keluar,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam Webinar Forum Diskusi Finansial, Jumat (20/11).

Heru bilang pihaknya telah meminta pendapat dari berbagai pihak dalam menyusun POJK terkait perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022. Hal ini agar tak ada kesalahan dalam menerbitkan kebijakan.

“Kami minta pendapat dari asosiasi, legal review supaya tidak ada kesalahan dalam membuat kebijakan,” imbuh Heru.

Baca Juga :  Mesin Rusak, Boeing 777 di Seluruh Dunia Dikandangkan

Ia menyatakan perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit diperlukan karena ekonomi belum pulih. Pasalnya, kasus penularan virus corona masih terus meningkat.

“Tambahan-tambahan kasus penularan terjadi setiap hari. Ini tentu menjadi salah satu alasan kenapa kami mulai berpikir aturan relaksasi akan berakhir Maret 2021. Tapi posisi sekarang kami belum melihat ada tanda-tanda (kasus penularan) mereda,” papar Heru.

Dengan kata lain, perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit merupakan upaya antisipasi dari OJK. Kebijakan ini, kata Heru, akan membuat sektor riil lebih percaya diri.

Baca Juga :  Sikapi Upah Minimum 2021 Buruh Akan Demo di 24 Provinsi

“Untuk berikan sektor riil lebih percaya diri, otoritas harus berikan respons cepat. Dengan ada restrukturisasi, maka ada kepastian bagi mereka untuk tetap menjalankan usahanya,” terang Heru.

Sebagai informasi, mulanya OJK menetapkan relaksasi restrukturisasi kredit sampai Maret 2021. Hal itu tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

Kini, OJK memutuskan untuk memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama satu tahun hingga Maret 2022. Kebijakan ini akan dimuat dalam POJK baru.


Source

  • Bagikan