Lima Warga Meninggal, Musibah Longsor di Banyumas

  • Bagikan
1db2cc9b 2020 11 18 07 53 11

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lima warga meninggal dunia akibat tanah longsor di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Selasa (17/11), pukul 02.00 WIB. Keempat korban berhasil dievakuasi oleh petugas, sedangkan satu lainnya masih dalam proses evakuasi dilaporkan hingga pukul 21.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, selain korban jiwa, tanah longsor juga mengakibatkan empat unit rumah rusak berat.

“Bencana yang terjadi dini hari ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta kontur tanah yang terjal,” kata Raditya melalui keterangan tertulis, Rabu (18/11).

Baca Juga :  Khutbah Jumat : Memperbanyak Puasa Sunat di Bulan Sya'ban

Dua desa yang terdampak di Kecamatan Sumpiuh ini adalah Desa Bogangin dan Banjarpanepen. 

Raditya menuturkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Banyumas telah mengevakuasi para korban pascakejadian longsor.

Meski petugas gabungan dari BPBD, SAR, TNI, Polri, sukarelawan, dan warga yang mengevakuasi sempat mengalami kendala karena akses jalan utama ke lokasi yang tertutup material longsor.

“Setelah proses evakuasi berlangsung, BPBD dan warga setempat membersihkan material longsor dengan dukungan alat berat,” ucapnya.

Sementara Bupati Banyumas disebut telah meninjau lokasi dan memberikan arahan penanganan darurat kepada para petugas.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Banyumas termasuk wilayah dengan kategori kelas bahaya sedang hingga tinggi untuk tanah longsor.

Baca Juga :  Link Streaming Drakor The World of the Married

Sebanyak 22 kecamatan berada pada kawasan bahaya pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Sumpiuh. Dari konteks risiko, sebanyak 126.734 jiwa merupakan populasi yang terpapar potensi bahaya tanah longsor di kabupaten ini. 

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kecamatan Sumpiuh berpeluang hujan ringan hingga lebat dalam dua hari ke depan atau 18 – 19 November 2020.

“Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang maupun tanah longsor,” ujar Raditya. 


SC CNNIndonesia

  • Bagikan