Sudah 300 Orang Lebih Tanda Tangani Petisi Minta Rizieq Dikarantina

CR — Sebuah petisi melalui laman change.org meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan karantina terhadap Pimpinan Front Pembela Islam (FPIMuhammad Rizieq Shihab sesuai protokol pencegahan Covid-19.

Selain ditujukan ke Presiden Jokowi, petisi yang digagas Indonesia Institute In Scotland juga menyasar Gugus Tugas Covid-19, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Petisi yang saat diakses cakrawalarafflesia.com per pukul 20.41 WIB telah ditandatangani 370 orang itu meminta agar pemerintah dan aparat memperlakukan Rizieq sesuai aturan dan protokol pencegahan virus corona.

“Penyelenggaraan acara besar-besaran di kabupaten Bogor, penjemputan di Bandara, dan kumpul-kumpul di Petamburan menunjukkan bahwa Rizieq Shihab dan pengikutnya tidak peduli akan kesehatan dirinya apalagi orang lain,” tulis penggagas petisi.

Baca Juga :  Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 8 Tembus 4 Juta

Melalui keterangan dalam laman change.org, perkumpulan yang mengatasnamakan diri Indonesia Institute In Scotland itu menyebut, sejak kembali dari Arab Saudi justru Rizieq tak melakukan isolasi mandiri seperti yang kerap dilakukan warga lain.

Maka pemerintah pun mestinya segera turun tangan bersama aparat hukum untuk menindak tindakan yang dianggap tak sesuai protokol tersebut.

Lebih lanjut Rizieq disebut bersikap egois dan kekanak-kanakan. Sikap ini menurut keterangan dalam petisi, tidak lagi bisa ditolerir dan didiamkan.

Baca Juga :  Dan Joan Mir Pun Hidup Bahagia Selamanya...

“Tidak ada screening suhu tubuh sebelum acara, tidak ada social distancing saat acara berlangsung, tidak ada cuci tangan, handsanitiser, sembarangan bermasker -sekenanya bahkan pengikutnya banyak tanpa memakai masker, berkumpul di jalanan, serta tidak ada juga trace dan track setelah bubar,” demikian pernyataan dari situs tersebut.

Pengaju petisi pun mempertanyakan keseriusan pemerintah menekan laju penularan kasus Covid-19. Sebab jika perilaku suka-suka Rizieq dibiarkan maka ia khawatir angka kasus positif tak bakal bisa melandai.

“Negara perlu segera bertindak sesuai hukum dan aturan di musim pandemi yang berlaku,” pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Wacana Premium dan Pertalite Dihapus, Harga Pertamax Bisa Disubsidi

Dia pun membandingkan hukuman dan sanksi yang diterima warga lain ketika melanggar protokol kesehatan dengan yang terjadi pada Rizieq. Misalnya warga di Gresik, Jawa Timur yang dihukum untuk menggali kuburan.

“Persamaan warga di mata hukum harus kita jaga. Jangan ada diskriminasi. Aparat kepolisian, tangan hukum janganlah pura-pura tidak tahu. Peristiwa ini semua kasat mata, tidak perlu menunggu laporan warga,” tulis pernyataan di petisi.

“Kebebasan berkumpul, bersuara bukan berarti seenaknya melakukan perusakan fasilitas publik, melanggar lalu lintas, melanggar hak atas kesehatan, hak-hak dasar warga, hak komunitas dan menerabas protokol covid-19,” sambung pernyataan penggagas petisi.


AG