4 Rekomendasi Box Office Korea Pekan Ini

  • Bagikan
12172b9f film korea collectors 169

CR — Box Office korea pekan ini kedatangan satu film baru yang langsung menduduki peringkat pertama box office lokal yaitu collectors.

Film komedi laga misteri itu mempertemukan beberapa artis besar, seperti Lee Je-hoon, Jo Woo-jin, dan Shin Hye-sun.

Sementara itu, bioskop Korea juga menayangkan beberapa film lama, seperti The Notebook (2004) dan Whiplash (2014). Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea, berikut lima besar box office Korea pekan ini yang kami lansir dari cnnindonesia.

1. Collectors

Collectors merupakan film komedi misteri terbaru yang dibintangi Lee Je-hoon (Signal, Time to Hunt). Dalam film ini, ia berperan sebagai Kang Dong-goo, seorang perampok barang-barang antik dari kuburan.

Dia bekerja sama dengan ahli mural makam kuno, Dr. John (Jo Woo-jin), dan penggali legendaris, Sabdari (Lim Won-hee).

Di sisi lain, ia juga bertemu dengan kurator Yoon (Shin Hye-sun) yang ahli dalam seni kuno. Yoon menawarkan kesempatan menarik, tapi berbahaya bagi Kang Dong-goo dan timnya.

Collectors tayang perdana di Korea pada 4 November dan meraup untung hingga US$4,7 juta berkat penjualan 565.467 tiket di 1.634 layar.

https://youtu.be/vptBj7F08lo

2. Samjin Company English Class

Samjin Company English Class harus turun satu peringkat pada pekan ini.

Film tersebut mengisahkan pemberdayaan perempuan dengan latar waktu pertengahan 90-an, ketika diskriminasi seksual dan akademis merajalela di Korea.

Baca Juga :  Segera Daftar ! Gelombang 11 Prakerja Ditutup Siang Ini

Tiga pekerja kantoran, yakni Ja-young, Yu-nah, Bo-ram, dijauhi perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka diberi pekerjaan yang tak penting karena hanya lulusan SMA.

Keseruan bermula ketika mereka melihat pengumuman karyawan yang mendapatkan nilai 600 di TOEIC akan dipromosikan. Ketiganya langsung mengambil kelas bahasa Inggris.

Suatu hari, Ja-young dikirim ke sebuah pabrik. Di sana, ia melihat pembuangan limbah pabrik ke sungai dan membuat air tercemar dan ikan-ikan mati. Ia terdorong untuk menyelidiki hal tersebut bersama kedua sahabatnya.

Film yang dibintangi Go Ah-sung, Esom, dan Park Hye-soo ini menjual 325.703 tiket di 1.443 layar dan mendapatkan US$2,6 juta.

Dengan demikian, total keuntungan mereka menjadi US$9,98 juta atau setara dengan 1,25 juta tiket sejak tayang perdana pada 21 Oktober.

https://youtu.be/EV_g5pfJRdw

3. Pawn

Pawn juga harus turun satu peringkat pekan ini. Film bertema keluarga tersebut menjual 36.987 tiket di 529 layar dan mendapatkan US$290 ribu.

Penjualan itu menambah keuntungan film tersebut menjadi US$13,1 juta atau setara dengan 1,7 juta tiket sejak tayang pada 29 September.

Film ini bermula dengan latar belakang waktu 1993 di Incheon. Saat itu, Doo-seok (Sung Dong-il) bekerja sebagai penagih utang. Dari luar, ia terlihat amat kasar dan mengintimidasi, padahal Doo-seok memiliki hati yang baik.

Baca Juga :  Jadwal MotoGP Aragon 2020 Dipastikan Berubah

Pada suatu hari, ia menagih utang Myung-ja (Kim Yun-jin). Kesulitan ekonomi membuat Myung-ja malah memberikan anaknya, Seung-yi (Park So-yi), sebagai jaminan kepada Doo-seok.

Alih-alih membayar utang, Myung-ja malah dideportasi dari Korea Selatan karena menjadi imigran ilegal. Doo-seok tiba-tiba malah menjadi wali Seung-yi.

https://youtu.be/xmSFTGPiWXk

4. The Notebook

The Notebook merupakan salah satu film lama yang kembali diputar di 144 layar bioskop Korea Selatan pekan ini. Dalam penayanangan ulang ini, 19.404 tiket The Notebook terjual, setara dengan US$161,1 ribu.

Film ini dibuka dengan adegan Noah tua (Ryan Gosling) yang tengah mengayuh perahu di danau. Allie (Rachel McAdam) memandangnya dari kejauhan.

Noah sering mengajak Allie melakukan hal-hal yang menurut Allie gila. Namun, kegilaan itulah yang membuat Allie jatuh hati.

Allie sendiri merupakan seorang anak yang kerap dikekang oleh orang tuanya. Perkenalan dengan Noah membuat hidupnya banyak berubah. Dia mulai berani menentang kedua orang tuanya yang protektif.

Singkat cerita, orang tua Allie tahu bahwa perubahan pada anaknya itu terjadi karena Noah. Mereka mulai menentang hubungan keduanya, apalagi setelah mengetahui bahwa Noah adalah orang miskin.

Film ini berdasarkan kisah nyata yang diadaptasi dari novel karya Nicholas Spark. Dalam pengakuannya, Nicholas mengatakan bahwa dia membuat cerita dalam novel itu setelah bertemu dengan seorang kakek.


AG

  • Bagikan