Mengenal Sultan Baabulah Yang Diberi Gelar Pahlawan Oleh Jokowi

  • Bagikan
Mengenal Sultan Baabulah Yang Diberi Gelar Pahlawan Oleh Jokowi
Mengenal Sultan Baabulah Yang Diberi Gelar Pahlawan Oleh Jokowi

CR — Sultan Baabulah menjadi satu dari enam pahlawan yang mendapat gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020.

Dikutip dari berbagai sumber, pria asal Provinsi Maluku Utara itu disebut sebagai sosok yang berjasa di Ternate. Khususnya pada abad ke-15 dan 16.

Ia dicatat sebagai tokoh yang berhasil mendorong Kesultanan Ternate mengusir penjajah Portugis dan meraih masa kejayaan.

Kepiawaian Baabulah menjadi seorang pemimpin diturunkan dari sang ayah, Sultan Khairun Jamil. Ayahnya merupakan Sultan Ternate ke-23 pada 1534-1570.

Masa kecil dan remaja Baabulah diisi dengan menemani dan mengikuti kegiatan sang ayah. Dari ayahnya pula ia meneladani banyak hal, mulai dari perkara kepemimpinan hingga memerintah sebuah kesultanan.

Baabulah kecil juga banyak mendapat pelajaran soal agama dan mulai berdakwah ke masyarakat tentang ajaran Al-Quran. Ini pula yang kemudian menjadi bekal Pangeran Baabulah mensyiarkan ajaran Islam pada masa kepemimpinannya kelak.

Lahir di tengah masa penjajahan Portugis, Baabulah menyaksikan perselisihan sang ayah dengan penjajah. Termasuk, sikap serdadu Portugis ke masyarakat setempat hingga upaya penyebaran ajaran Kristen kepada penduduk di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Revisi Perpres Kartu Prakerja, Peserta Wajib Kembalikan Uang Bantuan Jika......?, Berikut Penjelasannya

Ketegangan antara Ternate dan Portugis mengantarkan Khairun pada kematian. Ia dibunuh setelah mendatangi undangan Lopes de Mesquita untuk berdiskusi.

Kedatangan Khairun ke kediaman Lopes de Mesquita mengakhiri hidupnya. Ia ditikam dengan belati.

Kematian sang ayah pun mengantarkan Baabulah menjadi pemimpin ke-24 Kesultanan Ternate. Akan tetapi di balik takhta itu, bayang-bayang kematian sang ayah menyulut amarah untuk memusnahkan Portugis dari wilayah kekuasaannya.

“Apa yang mesti kita segani dari Portugis jika kita menyadari kekuatan kita sendiri? Apa yang mesti kita takuti, apa yang membuat kita putus asa?,” seru raja-raja Maluku dalam musyawarah di Pulau Hiri yang menetapkan Baabulah sebagai pemimpin Ternate.

Atas tekadnya memerangi Portugis, Baabulah mempersatukan pasukan kerajaan-kerajaan di Maluku di bawah bendera Ternate. Ia menikahi Sultan Gapi Baguna dari Tidore guna mempersiapkan kekuatan melawan penjajah.

Satu per satu benteng milik penjajah direbut. Mulai dari Fort Tolocce, Santo Lucia Fortress, hingga Santo Pedro.

Ia juga mengepung benteng Sao Paulo selama lima tahun demi memperlemah musuh-musuhnya.

Strategi tersebut berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Hanya mereka yang memiliki istri pribumi yang diperbolehkan tinggal, tapi tetap harus hidup di bawah perintah kerajaan.

Baca Juga :  Kebakaran Gedung Disdik Kota Bekasi Diduga Akibat Korsleting

Seusai perjuangannya mengusir penjajah, Ternate kian berjaya dengan sekutu yang kuat di penjuru Nusantara. Jumlah warga yang menganut ajaran Kristen di wilayahnya turut menurun drastis.

Saat itu, Ternate dikenal sebagai negara terkuat dan termakmur di timur Nusantara.

Baabulah diceritakan berhasil menguasai 72 pulau selama masa kepemimpinannya, dengan kekuatan pertahanan 133.300 tentara dan 2.000 kora dari Sulawesi hingga Papua.

Pada 1583 Baabulah tutup usia. Penyebab kematiannya masih jadi perdebatan di kalangan sejarawan.

Ada yang menyebut ia meninggal pada perjalanan ketika dijebak dan akan dibawa ke Goa oleh Portugis.

Namun ada juga yang mengatakan ia dibunuh dengan racun atau sihir di kediamannya.

e1e117d0 29e1 4baa be67 a60e76e592aa
Mengenal Sultan Baabulah Yang Diberi Gelar Pahlawan Oleh Jokowi 3

Tahun ini bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November, Presiden Jokowi telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Baabulah.

Adapun lima tokoh lain yang juga mendapatkan gelar serupa antara lain Machmud Singgirei Rumagesan, Jenderal Pol. (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Arnold Mononutu, Sutan Mohammad Amin Nasution dan, Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi.


AG

Source CNNIndonesia

  • Bagikan