Manfaat Buah Delima Yang Diungkap Al-Quran dan Sains

  • Bagikan
8aa4f2c0 manfaat delima untuk kesehatan

CR — DELIMA atau Punica Granatum merupakan tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh setinggi 5 hingga 8 meter. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, tapi sudah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah China Selatan dan Asia Tenggara.

Bual delima ternyata juga disebutkan dalam kitab suci Alquran. Kemudian secara sains, delima memiliki keutamaan yang bisa diteliti oleh para ilmuwan. Demikian sebagaimana dikutip dari Buku Tafsir Ilmi ‘Tumbuhan dalam perspektif Alquran dan Sains’ yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dijelaskan bahwa ar-rumman alias buah delima disebut sebanyak tiga kali dalam Alquran, salah satunya pada ayat berikut.

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (Quran Surah Al An’am Ayat 99)

Baca Juga :  5 Aktor Korea dengan Bayaran Termahal

Bersama-sama dengan zaitun, anggur, dan kurma; delima disebutkan dalam ayat Alquran. Penyebutan itu terkait tiga hal sekaligus, yakni indikasi adanya varietas atau kultivar buah, sedekah yang harus ditunaikan setiap kali panen, dan penjelasan tentang keburukan sifat boros.

Buah delima ditemukan tumbuh menyebar di seluruh dunia, mulai China hingga Amerika Serikat. Tidak hanya itu, sesungguhnya Alquran menyebut delima sebagai salah satu buah yang akan ditemukan di surga.

Delima berwarna kemerahan. Bagian dalamnya terdiri dari banyak daging buah yang berupa kantong-kantong membungkus biji. Daging buahnya mempunyai rasa manis keasaman dan menyegarkan.

Dalam perspektif ilmu pengetahuan, delima berasal dari kawasan yang sekarang menjadi negara Iran. Pada masa Nabi Musa Alaihissalam, tumbuhan ini dipercaya sudah mulai dibudidayakan.

Baca Juga :  Data Masuk Sirekap Sudah 85 Persen

Pohon delima menyebar dengan cepat, bahkan dianggap sebagai tumbuhan asli di sekitar Himalaya dan India Utara. Peran buahnya dalam menu makanan terekam dalam catatan-catatan kuno yang ditemukan di kawasan ini.

Dari Iran pohon ini menyebar ke dataran di sekitar Laut Tengah hingga kawasan semigurun dan subtropis. Delima dapat dengan mudah hidup dan beradaptasi di kawasan dengan musim panas maupun musim dingin yang ekstrem.

Layaknya kurma dan zaitun, delima banyak digunakan sebagai makanan sehat karena kandungan protein dan lemaknya sangat kecil. Delima kaya akan sodium, riboflavin, thiamin, niasin, vitamin C, kalsium, serta fosfor.

Jus buah ini yang mengandung cukup banyak antioksidan banyak disukai di Timur Tengah. Antioksidan adalah pertahanan tubuh terhadap radikal bebas dan molekul-molekul yang merugikan, dan dipercaya memberi kontribusi terhadap penyakit jantung, penuaan dini, serta kanker.


AG

Source Okezone

  • Bagikan