Hadits Ini Buktikan Betapa Rasulullah SAW Sayang Anak

  • Bagikan
ce76ff50 istock 515644208 ratio 16x9 2

IslamiSaat ini ada beberapa orang tua yang berperilaku tidak menyenangkan kepada anak-anaknya. Ada pula yang menunjukkan sikap sayang lebih terhadap satu jenis kelamin. Misal, anak laki-laki lebih disayang daripada perempuan.

Rasulullah SAW adalah teladan bagi seluruh umat manusia. Sikapnya terhadap anak-anak selalu penuh kasih dan penyayang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW sangat tertarik bermain dengan mereka. Keterlibatannya dalam permainan anak-anak menunjukkan kepada kita betapa pentingnya bermain dengan anak-anak.

Beliau akan bersenang-senang dengan anak-anak yang telah kembali dari Abyssinia dan mencoba berbicara dalam bahasa Abyssinia. Itu merupakan tindakannya dalam memberikan tumpangan pada untanya kepada anak-anak ketika dia kembali dari perjalanan.

Dilansir di About Islam, Kamis (29/10), Nabi Muhammad SAW tidak pernah menahan cintanya kepada anak-anak dan selalu mengungkapkan rasa sayang kepada mereka. Dalam salah satu hadits Abu Hurairah RA. diriwayatkan:    

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سُوقٍ مِنْ أَسْوَاقِ المَدِينَةِ ، فَانْصَرَفَ فَانْصَرَفْتُ ، فَقَالَ : أَيْنَ لُكَعُ – ثَلاَثًا – ادْعُ الحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ . فَقَامَ الحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَمْشِي وَفِي عُنُقِهِ (وهو نوع من الطيب الصلب) ونحوه، وليس فيها من اللؤلؤ والجوهر شيء> السِّخَابُ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ هَكَذَا ، فَقَالَ الحَسَنُ بِيَدِهِ هَكَذَا ، فَالْتَزَمَهُ فَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ ، وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ

“Saya pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu waktu di siang hari tetapi dia tidak berbicara dengan saya dan saya tidak berbicara dengannya sampai dia mencapai Pasar Banu Qainuqa`. Dia kembali ke tenda Fatimah dan berkata, “Apakah orang kecil (artinya Al-Hasan) di sana?” Kami mendapat kesan ibunya telah menahannya untuk memandikan dan mendandaninya dan menghiasinya dengan karangan bunga manis.

Baca Juga :  Asma’ binti Abu Bakar: Putri Abu Bakar yang Menjadi Petani dan Beternak Kuda

Tidak banyak waktu yang telah berlalu sampai dia (Al-Hasan) datang berlari hingga keduanya saling berpelukan, kemudian Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah, aku mencintainya, cintai dia dan cintai orang yang mencintainya.” (HR Muslim)

Dari Anas ibn Malik RA, berkata, “Saya tidak pernah melihat orang yang lebih berbelas kasih terhadap anak-anak selain Rasulullah SAW. Putranya, Ibrahim, sedang dirawat seorang suster di perbukitan sekitar Madinah. Dia akan pergi ke sana dan kami akan pergi bersamanya dan dia akan memasuki rumah, menjemput putranya, dan menciumnya, lalu kembali.” (HR Muslim).  

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: دخلنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم على أبي سيف القين، وكان ظِئْرًا لإبراهيم ابن النبي صلى الله عليه وسلم، فأخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم إبراهيم فقبَّله وشمَّه، ثم دخل عليه بعد ذلك وإبراهيم يجودُ بنفسه 

Kecintaan Rasulullah SAW kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya tidak terbatas. Belas kasihan tidak hanya diberikan oleh anak-anaknya, melainkan kepada anak-anak lain, seperti anak-anak dari sahabatnya.

Hadits diriwayatkan Usamah ibn Zaid RA menunjukkan aspek kemanusiaan dari kepribadian Nabi SAW: 

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْخُذُنِي فَيُقْعِدُنِي عَلَى فَخِذِهِ، وَيُقْعِدُ الحَسَنَ عَلَى فَخِذِهِ الأُخْرَى، ثُمَّ يَضُمُّهُمَا، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمَا فَإِنِّي أَرْحَمُهُمَا

“Rasulullah SAW dulu meletakkan saya di (salah satu) pahanya dan meletakkan Al-Hasan ibn ʻAli di pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, “Ya Allah! Tolong kasihanilah mereka, karena saya berbelas kasihan kepada mereka. ” (HR Al-Bukhari) 

Baca Juga :  7 Ciri-ciri Jodoh Sudah Dekat Menurut Islam

Beberapa orang yang tidak dapat memahami kekuatan mengungkapkan cinta kepada anak-anak bertanya-tanya mengapa Rasulullah SAW bermain-main dengan anak-anak dan begitu tertarik pada mereka.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال‏:‏ قبل النبي الحسن بن علي رضي الله عنهما، وعنده الأقرع بن حابس، فقال الأقرع‏:‏ إن لي عشرة من الولد ما قبلت منهم أحدًا‏.‏ فنظر إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال‏:‏ من لا يرحم لا يرحم 

Diriwayatkan Abu Hurairah RA Rasulullah SAW mencium Al-Hasan ibn ʻAli sementara Al-Aqra` ibn Habis At-Tamimi sedang duduk bersamanya. Al-Aqra` berkata, “Saya memiliki sepuluh anak dan tidak pernah mencium salah satu dari mereka.” Nabi Muhammad SAW menatapnya dan berkata, “Siapa pun yang tidak berbelas kasihan kepada orang lain tidak akan diperlakukan dengan penuh belas kasihan.” (HR Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW selalu memperhatikan pikiran dan perasaan setiap orang. Diriwayatkan Anas ibn Malik RA yang membuktikan karakter bijaksananya. 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قَالَ:- “إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلاَةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلاَتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ”

Rasulullah SAW bersabda, “(Kebetulan) saya memulai sholat dengan niat untuk memperpanjangnya, tetapi saat mendengar tangisan seorang anak, saya mempersingkat sholatnya karena saya tahu, tangisan anak itu akan membangkitkan kemarahan ibunya.” (HR Al-Bukhari)       

Dari semua hadits di atas kita dapat melihat sikap Nabi Muhammad SAW terhadap anak-anak. Ini adalah contoh bagi seluruh umat manusia yang menunjukkan bagaimana memperlakukan dan menghargai anak mereka setiap saat.

Sumber: https://aboutislam.net/shariah/prophet-muhammad/a-mercy-for-all/the-prophets-care-for-children/

  • Bagikan