BPPTKG : Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Makin Dekat

  • Bagikan
456f8681 1475 41df 980a de934cc01fa6 169

Nasional — Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan erupsi Gunung Merapi akan terjadi dalam waktu dekat.

“Erupsi Merapi berikutnya sudah semakin dekat,” ujar Hanik dalam konferensi virtual, Senin (26/10), dalam memperingati 10 tahun erupsi besar Gunung Merapi 26 Oktober 2010.

Pasalnya, menurut Hanik aktivitas vulkanik Gunung Merapi semakin intensif. Berdasarkan data, rata-rata gempa vulkanik dangkal sebanyak 6 kali per hari. Sedangkan gempa multiface sebanyak 83 kali per hari.

Selain itu, deformasi lewat Electronic Distance Measurement (EDM) akibat aktivitas vulkanik di Gunung Merapi, kata Hanik mencapai 2 sentimeter per hari. Pemendekan jarak EDM juga terukur dari pos dan titik ukur di sekeliling Merapi.

Meski demikian, Hanik menilai erupsi Gunung Merapi yang akan datang tidak akan sekuat seperti yang terjadi pada tahun 2010. Dia memprediksi erupsi gunung Merapi yang akan datang mirip dengan erupsi yang terjadi pada tahun 2006.

“Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan,” tambahnya.

Terkait dengan data itu, Hanik kembali mengingatkan bahwa status Gunung Merapi massih Waspada. Sehingga, dia berharap semua pihak harus siap menghadapi krisis yang ditimbulkan akibat Gunung Merapi di kemudian hari.

Baca Juga :  Rekomendasi yang baik memakai masker untuk anak, tidak boleh sembarangan

“Kita dapat mengambil pembelajaran yang luar biasa dari mitigassi gunung berapi pada tahun 2010 untuk menghadapi krisis di masa pandemi ini,” ujar Hanik.

Di sisi lain, Hanik menyampaikan erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan erupsi yang besar karena mempunyai indeks tertinggi untuk gunung berapi, yakni 4. Erupsi dengan indek 4 sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1872.

“Jadi sudah lebih dari 100 tahun jaraknya dengan erpusi dengan tahun 2010. Sehingga erpusi pada tahun 2010 sangat penting bagi sejarah pengelolaan bencana gunung api,” ujarnya.

Hanik menambahkan erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 memberi pembelajaran yang sangat berharga bagi pengelolaan bencana gunung api. Erupsi 2010 berbeda dengan erupsi lain dalam 10 tahun terakhir.

Lebih dari itu, Hanik berkata erpusi tahun ini adalah erupsi yang terpanjang karena dimulai sejak bulan Mei 2018. Erupsi saat ini didominasi oleh gas yang sifatnya eksplosif, tapi indeksnya hanya 1 atau yang terendah dari maksimal 4.

Baca Juga :  5 Aktor Korea dengan Bayaran Termahal

“Sampai saat ini aktivitas masih berlanjut. Data-data seismisitas, deformasi, dan gas masih di atas normal,” ujar Hanik.

Tepat satu dekade lalu, 26 Oktober 2010, Gunung Merapi meletus. Fenomena alam di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu menewaskan 353 warga. Salah satu yang menjadi korban termasuk Raden Ngabehi Surakso Hargo atau yang kerap disapa Mbah Maridjan.

Ia meninggal dunia tepat saat erupsi Merapi, 26 Oktober 2010. Gulungan awan panas yang melambung hingga 1,5 kilometer menghampiri kediamannya dan menewaskan Mbah Maridjan.

Namun ketika Merapi menunjukkan tanda akan erupsi di 2010, ia menolak mengungsi dan lebih memilih bertahan di kediamannya. Setidaknya ada 16 jasad lain yang ditemukan bersama Mbah Maridjan di sekitar rumahnya.

Status waspada pada Merapi sudah ditetapkan Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia Yogyakarta sejak 20 September 2010. Sehari setelahnya, status dinaikkan menjadi Siaga pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya status Merapi naik lagi menjadi Awas pukul 06.00 WIB.


CNNIndonesia

  • Bagikan
Positive SSL