Asal Usul Tanaman Hias Bernama Aglonema Sultan Brunei

  • Bagikan
e5848ef6 aglonema sultan brunei 169
Aglonema Sultan Brunei tengah populer dan digandrungi pecinta tanaman hias. Nama Sultan Brunei yang melekat pada aglonema ini tidak datang begitu saja. (instagram.com/toserbaagro)

CR — Aglonema Sultan Brunei tengah populer dan digandrungi pecinta tanaman hias. Nama Sultan Brunei yang melekat pada aglonema ini tidak datang begitu saja.

Aglonema adalah tanaman hias dari suku talas-talasan atau Araceae. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama sri rezeki. Terdapat beberapa jenis aglonema dengan warna daun yang berbeda-beda.

Aglonema Sultan Brunei merupakan salah satu jenis aglonema hasil persilangan dari hibrid Thailand. Aglonema ini memiliki warna daun yang kuning keemasan, berbeda dengan warna aglonema kebanyakan yang cenderung berwarna merah.

Konon, asal usul nama Sultan Brunei muncul karena sang sultan menyukai tanaman ini.

“Dinamai Sultan Brunei karena Aglonema ini konon paling disukai oleh Sultan Brunei pada masanya,” kata pecinta tanaman aglonema Bernard Renardi dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (23/10).

Selain mengoleksi, Bernard yang juga penjual aglonema secara online @toserbaagro, juga mendapatkan aglonema Sultan Brunei dari salah satu kolektor di Tangerang.

Dua rumpun aglonema yang dimiliki Bernard dijual dengan harga Rp1,6 juta per pot. Menurut Bernard, harga yang tinggi terjadi karena supply yang rendah dari Thailand, ketersediaan stok di Indonesia, dan permintaan yang tinggi.

Baca Juga :  Kenaikan Iuran BPJS Gak Asal Naik! Ucap Sri Mulyani

Hingga saat ini, Bernard masih terus dibombardir dengan permintaan aglonema Sultan Brunei.

“Banyak sekali, setiap harinya pasti ada yang menanyakan ketersediaan stok aglonema jenis ini,” ujar Bernard.

View this post on Instagram

[TIPS MEMBELI AGLONEMA 1] SI GONDRONG vs SI BOTAK Model : Aglonema Sultan Brunei Sebelum membeli aglonema, pastikan memeriksa pangkal batangnya, jangan sampai aglo yang anda beli "BOTAK" atau malah "PITAK" 😂 Aglo yang bagus (bebas penyakit dan sehat) pasti bisa mempertahankan daun tuanya sampai dia gede, gak menguning! Makanya aglo makin "GONDRONG" makin cantik, bukan bandel ya 😉 Kalau sudah BOTAK/ PITAK, patut dicurigai aglonya pernah sakit karna daun bawahnya pasti gugur banyak, atau bisa jadi bekas diambil bonggolnya 😱 Gamau kan beli aglo mahal2 eh dikibulin 😁 jadi jangan tergiur dengan harga yang murah banget eh sampe rumah udah loyo 🤭 Boleh dipraktekkan nih buat pecinta aglo, tapi jangan bilang2 penjualnya ya 🤫🤫🤫 yang minat atau kepo harga SI GONDRONG ini bisa DM aja gratis 🤭 dijamin harga bikin nyaman❤️ Q : "ka, mau beli tapi takut tipu2 gimana?" A : "Kita ada tokped bun, bisa cek di bio kalau mau aman transaksi, tapi mau mampir juga boleh 🤭" #aglonema #aglonemajakarta #aglo #aglonemamurah #lelangaglonema #lelangaglo #aglonemadepok #aglonematangerang #aglonemabogor #aglonemalovers #aglonemagoldenlove #aglonemasultanbrunei #aglonemasultan #aglonemabali #aglonemapapua #aglonemamanado #aglonemaromanticlove #toserbaagro #toserba #aglonemamalang #aglonemamakassar #aglonemasumatra #aglonemaaceh #aglonemalampung #aglonemajambi #aglonemapalembang

A post shared by Aglonema Koleksi (@toserbaagro) on

Sementara itu, menurut peneliti LIPI Yuzammi, nama Sultan Brunei boleh dilekatkan pada tanaman agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Boleh saja dikasih nama apapun oleh breeder-nya (pengembang biaknya). Memang pemberian nama kultivar hasil silangan sebaiknya yang menarik dan gampang diingat karena tujuannya untuk bisa dikomersialkan,” kata Yuzammi kepada CNNIndonesia.com.

Aglonema sultan brunei ini memang tengah diburu banyak orang, seiring dengan melonjaknya permintaan akan tanaman hias di masa covid-19 saat ini. 


CNNIndonesia

  • Bagikan
Positive SSL