PWI Minta Polri Hukum Berat Pembunuh Wartawan Demas Laira

  • Bagikan
fead4519 pwi minta polri hukum berat pembunuh wartawan demas laira

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari meminta kepada Polri untuk memberikan hukuman berat kepada para terduga pelaku pembunuhan wartawan media online, Demas Laira.

“Kami yakin Polri profesional untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga ancaman terhadap para pelaku,” kata Atal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Menurut Atal, dengan dijatuhkannya hukuman berat ke pelaku hal itu semakin membuktikan bahwa pengusutan kasus kekerasan terhadap awak media dapat diselesaikan dengan profesional.

Mengingat, selama ini ada beberapa kasus-kasus pembunuhan ataupun hilangnya wartawan jarang terungkap siapa pelaku.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-19 Terlalu 'Baik' kepada Kroasia 1-7

“Sekarang saya melihat ada keseriusan Polri dalam mengungkap kasus-yang menjadi korban wartawan,” ujar Atal.

Oleh sebab itu, PWI mengapresiasi Tim Gabungan Polri yang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan wartawan Demas Laira di Sulbar.

“Saya sangat mengapresiasi begitu cepatnya Polri menangani kasus pembunuhan wartawan Demas Laira dan para pelaku berhasil ditangkap,” kata Atal.

Sebelumnya, Tim Gabungan Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri, Ditkrimum Polda Sulbar, dan Satresmob Ditkrimum Polda Sulsel berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap seorang wartawan bernama Demas Laira.

Baca Juga :  Drama Baru Kim So Hyun dan Ji Soo

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan, ada 6 orang tersangka dalam peristiwa pembunuhan ini. Keenam pelaku yaitu, Syamsul,32, Nawir,30, Doni,20,Haerudin, 18, Ilham,19, dan Ali Baba,25. Mereka ditangkap secara terpisah di rumah masing-masing.

Argo menuturkan, motif pembunuhan adalah pelaku sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan Kartina, adik perempuan salah satu pelaku Syamsul.

“Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP ancaman pidana hukuman mati, seumur hidup atau hukuman penjara paling lama 20 tahun,” ujar Argo.


Okezone

  • Bagikan
Positive SSL