PT Telkom Indonesia Luncurkan Aplikasi Kasir Digital BONUM POS untuk UMKM

PT Telkom Indonesia menghadirkan inovasi terbaru berupa BONUM POS, yakni aplikasi kasir digital (point of sales) tanpa biaya untuk para pelaku UMKM. (Foto: dok. Telkom)
PT Telkom Indonesia menghadirkan inovasi terbaru berupa BONUM POS, yakni aplikasi kasir digital (point of sales) tanpa biaya untuk para pelaku UMKM. (Foto: dok. Telkom)
SafelinkU | Shorten your link and earn money

Gadget — PT Telkom Indonesia menghadirkan inovasi terbaru berupa BONUM POS, yakni aplikasi kasir digital (point of sales) tanpa biaya yang diperuntukkan pada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Aplikasi tersebut lahir untuk mendukung UMKM yang memberi kontribusi besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan peran itu dinilai membutuhkan penunjang kegiatan berbasis teknologi. Bonum diambil dari bahasa Latin, berarti kebaikan tertinggi yang mana kehadirannya diharapkan membantu para pelaku UMKM dengan maksimal.

Penemu aplikasi Herdi Widiantoro mengatakan, BONUM POS melihat dan berusaha mengerti kebutuhan UMKM akan aplikasi yang mempermudah pengelolaan bisnis. Salah satu kemudahan itu adalah dalam hal pencatatan penjualan yang tersusun rapi dan lengkap sehingga pelaku bisnis dapat menyusun strategi dengan tepat sasaran.

Baca Juga :  Dari Spek, Kekuatan Batrei Hingga Harga Oppo A92

“Kehadiran BONUM POS merupakan bentuk dukungan TelkomGroup dalam membantu para pelaku bisnislokal untuk menjalankan aktivitas bisnis secara digital tanpa perlu ribet. Ini sebagai langkah untuk merealisasikan UMKM untuk lebih mengoptimalkan teknologi digital. BONUM POS bisa dioperasikan hanya dengan menggunakan ponsel saja, di mana beragam operasional transaksi mulai dari pemasukan produk sampai dengan penjualan dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlu menggunakan perangkat tambahan lagi,” jelas Herdi.

Herdi menambahkan, BONUM POS dirancang ramah pengguna dengan dilengkapi fitur pencatatan dan penyusunan katalog produk penjualan yang dapat diperbarui di setiap transaksi, termasuk menjadikan produk sebagai produk unggulan. Di samping itu, ada juga fitur penghitungan manual bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu jenis produk yang tetap tercatat dalam laporan transaksi, sementara bon penjualan dapat dicatat dalam fitur digital struck untuk membantu pengecekan penjualan, dan dapat dicetak sesuai keperluan kegiatan penjualan.

Baca Juga :  Update Harga HP Xiaomi Lengkap Terbaru Agustus 2020
TelkomPT Telkom Indonesia menghadirkan inovasi terbaru berupa BONUM POS, yakni aplikasi kasir digital (point of sales) tanpa biaya untuk para pelaku UMKM. (Foto: dok. Telkom)

Kemudahan lain yang diberikan oleh BONUM POS, lanjut Herdi, adalah sistem pembayaran nontunai yang dapat dikenali di seluruh Indonesia dan laporan lengkap pendapatan harian, mingguan, serta bulanan yang dapat diunduh langsung di periode pencatatan, sesuai keperluan pengguna.

“Layanan yang menitikberatkan pada fungsi manajemen kegiatan ekonomi pengguna ini kelak akan memiliki layanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna setelah uji coba, dengan biaya yang tidak lebih dari Rp50.000 per bulan. Pada November 2020 mendatang, sosialisasi menu tambahan akan diberikan dengan rencana penerapan terdekat di awal 2021. Semoga dengan aplikasi ini, memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk menjalankan bisnisnya dengan efektif dan efisien,” ujar Herdi.

Baca Juga :  Motorola Razr Generasi Terbaru Siap Meluncur 9 September

BONUM POS merupakan salah satu inisiatif digital milik Telkom melalui Tribe Small Medium Business (SMB) Digitalisasi untuk memberikan solusi, produk, dan layanan digital yang dapat meningkatkan daya saing UMKM menjadi Go Modern, Go Digital dan Go Online. Hal ini menjadi wujud komitmen Telkom yang bertekad terus memperkuat platform digital, dan mengembangkan layanan digital sejalan dengan transformasi perusahaan untuk menjadi digital telco. Selain itu, BONUM POS juga mendukung upaya pemerintah dalam memberdayakan UMKM sebagai salah satu aspek percepatan perputaran ekonomi Indonesia.


CNNIndonesia