Ramai-Ramai Pengusaha Beberkan Manfaat UU Cipta Kerja

Realshtmobi | Shorten your link and earn money

Jakarta — Empat orang perwakilan asosiasi pengusaha angkat bicara soal Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Keempat orang itu ialah Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto, dan Bendahara Umum BPP Hipmi Eka Sastra.

Bagi Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, kehadiran UU Ciptaker diyakini mendorong peningkatan investasi hingga 6,6%-7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting. Pada akhirnya, hal itu dapat mengakomodir pengangguran di Indonesia untuk memperoleh lapangan pekerjaan.

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap

Apalagi, pandemi virus corona (Covid-19) ini berpotensi menimbulkan PHK bagi 5-6 juta pekerja. Belum lagi angkatan baru setiap tahunnya bertambah 2-3 juta orang. Bahkan, sebelum itu semua ada tambahan 8 juta orang yang setengah menganggur.

Selain itu, lanjut dia, UU ini dapat mendukung program pemberdayaan UMKM dan Koperasi agar peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65% dan peningkatan kontribusi Koperasi terhadap PDB menjadi 5,S%.

Rosan mengatakan, dapat dipastikan UU itu dapat mewujudkan lapangan kerja yang berkualitas dan merangsang dibukanya usaha-usaha baru.

Setiap tahunnya sekitar 2,92 juta penduduk usia kerja baru (anak muda) yang masuk pasar kerja, sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak.

Belum lagi menurut dia, terdapat sebanyak 87,0% dari total penduduk bekerja yang memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA ke bawah, dan 38,9% berpendidikan sekolah dasar, sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru, khususnya di sektor padat karya.

Saat ini kata Rosan, yang diperlukan adalah memperbaiki Iklim berusaha di Indonesia agar lebih kondusif lagi. Sebab, meskipun data BKPM menunjukkan Investasi meningkat tiap tahunnya, namun penyerapan tenaga kerjanya masih rendah.

Baca Juga :  Langgar Protokol Kesehatan, Pelantikan Pemenang Pilkada Akan Ditunda

Pasalnya, investasi ‘yang padat modal manufacturing lebih memilih negara-negara tetangga lain. Sebagai salah satu contohnya adalah Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Selain investasi dari darl dalam negeri, FDI (Foreign Direct Investment) menjadi salah satu sumber penting pembiayaan bagi Indonesia. Kehadiran FDI bisa menciptakan lapangan kerja yang cukup besar dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan melalui transfer aset, teknologi, hingga keterampilan teknis dan manajerial.

Oleh karena itu, UU Cipta Kerja menjadi salah satu jawaban atas kendala utama pertumbuhan ekonomi selama ini. Di mana, masalah klasik seperti regulasi yang terlalu banyak, tumpang tindih dan sebagian bertentangan masih menjadi penghambat investasi.

Rosan menambahkan, UU ini dapat memberikan dorongan yang signifikan untuk perekonomian. Khususnya pada saat sumber daya fiskal untuk stimulus ekonomi sedang terbatas.

“Ini semua tidak ada asosiasinya, ini semua tidak ada serikatnya. Inilah yang dipikirkan pemerintah. Bagaimana membuat mereka ini bisa bekerja tidak hanya di sektor informal tapi juga mempunyai jaring pengaman sosial yang baik sehingga mereka dapat kehidupan yang makin baik kedepan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kemarin.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, omnibus Law merupakan strategi reformasi regulasi agar penataan dilakukan secara sekaligus terhadap banyaknya peraturan Perundang-undangan. Mengingat, beberapa negara menggunakan cara omnibus law untuk memperbaiki regulasi guna meningkatkan iklim dan daya saing investasi.

Selain itu lanjut Hariyadi dengan adanya UU Cipta Kerja ini, diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7% – 6%. Hal ini karena adanya penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 juta hingga 3 juta per tahun.

Langkah ini juga menjadi sebuah kabar gembira bagi masyarakat. Karena penciptaan lapangan kerja yang luas ini bisa menampung 9,29 juta orang yang tidak atau belum bekerja.

Baca Juga :  Virus Corona Mungkin Tidak Akan Pernah Hilang Dari Bumi : Peringatan dari WHO

Selain itu, lanjut Hariyadi, UU Cipta Kerja ini juga meningkatkan kompetensi pencari ke|ja dan kesejahteraan pekerja Peningkatan produktivitas pekerja yang mempengaruhi pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, saat ini produktivitas Indonesia saat ini baru mencapai 74,4%. Angka ini masih berada di bawah rata-rata negara Asean yang mencapai 78,2%.

“Penerima subsidi sudah 40% dari penduduk. Dimana-mana bapak ibu, yang namanya negara mendorong supaya negara bisa mandiri, bukan senang memberikan subsidi. Nah ini melemahkan negara untuk membangkitkan produktivitas masyarakat,” jelas Hariyadi

Selain itu lanjut Hariyadi, adanya UU Cipta Kerja juga bisa meningkatkan investasi sebanyak 6,6% hingga 7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting. Ini juga bisa menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan pekerja sehingga mendorong peningkatan konsumsi 5,4% hingga 5,6%.

Selain itu lanjut Hariyadi, UU Cipta Kerja ini juga membantu pemberdayaan UMKM dan Koperasi, sehingga bisa mendukung peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65% dan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5%.

Menurut Hariyadi, jika tidak segera dilakukan terobosan seperti UU Cipta Kerja akan sangat disayangkan. Mengingat, Indonesia kini memiliki bonus demografi yang bisa membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

“Ini kalau terus-terusan begini kita tidak akan menikmati bonus demografi,” kata Hariyadi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, pengesahan UU Cipta Kerja ini sangat tepat jika diimplementasikan saat ini. Karena ini menjadi titik awal bagi Indonesia untuk meraup investor sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, hampir semua negara juga memulainya dari nol. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona yang melumpuhkan perekonomian negara-negara di dunia tanpa terkecuali.

Baca Juga :  10 Hari Pertama Ramadhan 1441 H, Perbanyak 5 Amalan Ini Agar Pahala Maksimal

Menurut Iwan, adanya UU Cipta Kerja ini sangat baik karena ada kendala yang menghambat investasi dipangkas. Misalnya saja dari sisi perizinan yanh selama ini menjadi permasalahan klasiknyang sering terjadi.

“Adanya UU ini adalah start yang luar biasa bagaimana kita punya titik start yang sama dengan negara lain semua slow down ini kita start bareng dan semoga bukan cuma start tapi jump start,” jelasnya.

Iwan menambahkan, kepercayaan diri para investor itu tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus naik pasca disahkannya UU Cipta Kerja.

Dia menuturkan, sebelum UU itu disahkan, IHSG berada di level 4.900-an, namun pasca disahkan IHSG tembus level 5.100-an

“Tanggal 5 Oktober itu sudah ada penyerahan draft saat ini respons terhadap market itu luar biasa terhadap UU Ciptaker. Kenaikan IHSG sampai tanggal 14 ini lebih dari 5%. Investor nanyain ini terus kapan-kapan dan akhirnya pemerintah deliver jadi investor global pun dan sentimen positif ini pun luar biasa,” jelasnya

Sementara itu, Bendahara Umum BPP Hipmi Eka Sastra mengatakan, UU Cipta Kerja ini akan mengakomodir pengusaha muda untuk mendorong penciptaan lapangan kerja. Dia menegaskan, hal ini perlu dilakukan, melihat ada sekitar 45 juta orang butuh lapangan pekerjaan.

“Ada 45 juta orang yang belum optimal dengan pekerjaan yang ada. Nah inilah salah satu alasan kenapa UU Cipta Kerja ini penting. Karena salah satu tugas negara, wajib menyiapkan lapangan kerja. Tidak mungkin semuanya bisa masuk ke PNS, maupun kelembagaan formal yang lain,” jelas Eka.


Okezone