30 Wartawan Bengkulu Ikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Awak Media Massa

PENYULUHAN: Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan PWI Provinsi Bengkulu menggelar Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Awak Media Massa se-Kota Bengkulu, Jumat (16/10). (foto: febi/rb)
Realshtmobi | Shorten your link and earn money

BENGKULU – Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu menggelar Penyuluhan Bahasa Indonesia Bagi Awak Media Massa se-Kota Bengkulu, Jumat (16/10). Kegiatan digelar di auditorium Hotel Splash, Bengkulu.

Acara dihadiri langsung oleh Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antony, Perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu serta diikuti peserta sebanyak 30 wartawan dari berbagai media massa baik cetak, elektronik serta online se-Kota Bengkulu.

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap
Baca Juga :  Bidan Puskesmas Asal Seluma Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Ketua PWI Bengkulu, Zacky Antony dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik bersama pihak Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara. Ia menyampaikan penggunaan bahasa Indonesia menjadi tolak ukur dalam karya jurnalistik.

Baca Juga :  2 Petugas Kesehatan di Bengkulu Positif Virus Corona

“Kita berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, penggunaan bahasa Indonesia kepada wartawan akan lebih mengacu kepada kaedah-kaedah yang benar,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Resy Novalia, S.Pd mengatakan, kegiatan penyuluhan tersebut nantinya akan diselenggarakan selama dua hari hingga 17 Oktober dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Layanan Unik untuk Pasien RSHD Bengkulu, Dari Makanan hingga Salon Gratis

“Kegiatan ini akan diselenggarakan selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari penyuluh bahasa. Kegiatan ini kita selenggarakan karena media massa sangat penting bagi perkembangan bahasa Indonesia, media massa ini memiliki peran langsung dengan masyarakat. Contohnya penggunaan bahasa di ruang publik,” ujarnya.


AG

Source Rakyatbengkulu