Pelanggar Prokes Disanksi Sosial dan Push Up DI Kabupaten Kepahiang

Foto/Dika : Salah seorang warga Kabupaten Kepahiang melanggar protokol kesehatan Covid-19 disanksi push up.
Foto/Dika : Salah seorang warga Kabupaten Kepahiang melanggar protokol kesehatan Covid-19 disanksi push up.
SafelinkU | Shorten your link and earn money

Kepahiang — Operasi yustisi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) dilaksanakan tim gabungan di jalan lintas Pasar Kepahiang, Rabu (14/10/2020).

Saat berlangsung di simpang jalan Bengkulu, sedikitnya 7 warga pelanggar disiplin Prokes terjaring hingga diwajibkan menjalankan sanksi sosial dan push up.

Baca Juga :  17.950 Pelajar Kabupaten Kepahiang Diusulkan Terima Kuota Internet

Pantauan RK di lokasi, operasi didukung personel TNI/Polri, Satpol PP, BPBD dan Dishub Kabupaten Kepahiang.

Operasi juga dipimpiun langsung Plt. Bupati Kepahiang Netti Herawati, S.Sos, Dandim 0409 Rejang Lebong (RL) Letkol. Inf. Sigit P, SE dan Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, SIK, MAP.

Baca Juga :  PDAM Tirta Alami Kepahiang Diaudit BPKP

“Hari ini (Rabu,red) operasi yustisi dilaksanakan secara besar – besaran di Kabupaten Kepahiang,” singkat Dandim.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Suparman Kepahiang menerangkan sanksi yang diterapkan sesuai dengan Perbup Kepahiang nomor 25 dan 33 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru dimasa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Tak Semua Guru dan Murid Di Kabupaten Kepahiang Terima Kuota Gratis Kemendikbud

Yakni sanksi sosial, dengan mengenakan rompi orange bertuliskan pelanggar Perbup dan membersihkan fasilitas umum. Sedangkan sanksi fisik adalah penerapan push up.

“Tujuannya tidak lain ialah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan,” jelas Suparman.


AG

Source Radarkepahiang