Buruh Menolak Ikut Bahas Aturan Turunan Omnibus Law Cipta Kerja

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Nasional — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menegaskan tidak akan terlibat dalam pembahasan aturan turunan UU Omnibus Law Cipta Kerja. KSPI menyebut bahwa ke depannya aksi penolakan buruh akan semakin besar dan bergelombang.

Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa sikap ini sejalan dengan komitmen kaum buruh yang hingga saat ini menolak UU Ciptaker, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Pasalnya, ia menduga bahwa kejar tayang aturan turunan tersebut hanya merupakan stempel atau alat legitimasi pemerintah belaka.

“Buruh menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Dengan demikian, tidak mungkin buruh menerima peraturan turunannya. Apalagi, terlibat membahasnya,” tutur Said seperti dikutip dari rilis, Kamis (15/10).

Baca Juga :  Mendikbud Nadiem Makarim Bakal Dipanggil KPK

KSPI menyatakan akan melakukan empat langkah sebagai upayanya menolak UU Ciptaker. Pertama, akan mempersiapkan aksi lanjutan secara terukur, terarah, dan konstitusional, baik di daerah maupun aksi secara nasional.

Kedua, mempersiapkan materi uji formil dan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketiga, meminta legislatif mengkaji ke DPR RI dan eksekutif review kepada pemerintah.

Terakhir, melakukan sosialisasi atau kampanye tentang isi dan alasan penolakan omnibus law UU Ciptaker, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, dia juga menyebut buruh merasa dikhianati oleh DPR RI yang sempat menjanjikan ‘angin surga’. DPR RI, kata dia, dalam aksinya hanya sekadar kejar setoran saja, tak bersungguh-sungguh ingin melibatkan para buruh.

Baca Juga :  Setelah 10 Jam, Kebakaran Gedung Utama Kejagung Mulai Padam

“Padahal, kami sudah menyerahkan draf sandingan usulan buruh, tetapi masukan yang kami sampaikan banyak yang tidak terakomodir,” imbuh dia.

Said juga membantah pernyataan yang menyebut bahwa 80 persen usulan buruh telah diadopsi dalam UU Ciptaker.

Sebelumnya, Ketua Umum Parpol Gerindra Prabowo Subianto mengklaim bahwa saat UU Ciptaker mulai dibahas di DPR, Partai Gerindra selalu berusaha membela kepentingan para buruh.

Lebih lanjut, dia juga menyebut buruh merasa dikhianati oleh DPR RI yang sempat menjanjikan ‘angin surga’. DPR RI, kata dia, dalam aksinya hanya sekadar kejar setoran saja, tak bersungguh-sungguh ingin melibatkan para buruh.

Baca Juga :  Mall dan Pasar Buka 8 Juni, Sekolah Mulai 15 Juni, kajian Awal Pemerintah

“Padahal, kami sudah menyerahkan draf sandingan usulan buruh, tetapi masukan yang kami sampaikan banyak yang tidak terakomodir,” imbuh dia.

Said juga membantah pernyataan yang menyebut bahwa 80 persen usulan buruh telah diadopsi dalam UU Ciptaker.

Sebelumnya, Ketua Umum Parpol Gerindra Prabowo Subianto mengklaim bahwa saat UU Ciptaker mulai dibahas di DPR, Partai Gerindra selalu berusaha membela kepentingan para buruh.


CNNIndonesia