Memahami Apa Arti Zuhud

Realshtmobi | Shorten your link and earn money

Zuhud yaitu berpindahnya keinginan dari suatu hal pada apa yang lebih baik darinya.

Islami Salah satu amalan hati yang diajarkan dalam agama Islam adalah Zuhud. Dikutip dari buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al-Karim, zuhud yaitu berpindahnya keinginan dari suatu hal pada apa yang lebih baik darinya. Zuhud di dunia akan memberikan kenyamanan pada hati dan badan. Sebaliknya keinginan pada dunia akan mendatangkan kegundahan dan kesedihan.

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap

Intinya, cinta pada dunia adalah sumber dari segala kesalahan. Sebaliknya, kebencian pada dunia adalah sebab segala ketaatan. Zuhud di dunia yaitu dengan mengeluarkan dunia dari hati dan bukan berarti memisahkan dunia dari diri kamu dengan disertai kebergantungan hati padanya. Ini adalah zuhudnya orang-orang yang jahil.

Baca Juga :  Menyaksikan Alquran Dirusak, Apa Hukumnya Bagi Muslim?

Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik harta yang shaleh adalah jika dimiliki oleh orang yang shaleh,” (HR Ahmad).

Dijelaskan, keadaan orang fakir terhadap harta ada lima. Pertama ia berpaling dari harta karena kebencian dan kekhawatiran dari keburukan atau tersibukkan dengannya. Orang semacam ini dinamakan zahid atau orang yang zuhud. Kedua, mereka tidak senang ketika mendapatkan harta dan tidak menjadikannya benci yang dapat menjadikannya terganggu olehnya. Dia adalah orang yang ridha.

Baca Juga :  Jenazah Sahabat Nabi Yang Dimandikan Malaikat Saat Perang Uhud

Ketiga, keberadaan harta lebih dia cintai dari ketiadaannya, karena keinginannya terhadap harta. Akan tetapi, hal tersebut tidak sampai menjadikannya berusaha mencarinya, bahkan jika harta mendatanginya ia merasa gembira. Serta jika dia harus bersusah payah dalam mencarinya, maka hal itu tidaklah sampai menyibukkannya. Ini adalah orang yang qana’ah.

Baca Juga :  Ini Perkara yang Mewajibkan Mandi Besar untuk Perempuan

Keempat, meninggalkan harta adalah karena ketidakmampuan dalam mencarinya. Sebenarnya ia ingin untuk mendapatkannya, meski dengan jalan bersusah payah. Dia dinamakan orang yang harish. Sedangkan terakhir, dia terpaksa dalam mencari harta seperti orang yang lapar dan orang yang tidak berpakaian. Orang semacam ini dinamakan orang yang


Republika