Istiqomah Lawan Covid, Film Pendek Buatan Ponpes Darussallam Kepahiang

SafelinkU | Shorten your link and earn money

KepahiangPara santri pondok pesantren Darussallam Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu yang didukung para Ustadz dan Ustadzah berhasil merampungkan produksi film pendek religi berjudul ‘’Istiqomah Lawan Covid’’. Film ini ditulis dan disutradarai Rahman Jasin.

Dilansir potretbengkulu.com Ketua Yayasan Al-Akhsyar, Drs.H.Saukani didampingi Pimpinan Ponpes Darussallam, KH.Ahmad Nurhayani, SPd.I mengatakan jika film pendek tersebut merupakan wujud dari kreativitas para santri yang akan diikutkan pada ajang FFPRN tanggal 20 Oktober 2020.

’Film pendek ini merupakan wujud kreativitas para santri dan akan diikutkan dalam ajang Festival Film Pendek Religi Nasional (FFPRN) yang diselenggarakan stasiun TV nasional Tawaf TV, 20 Oktober 2020 ini,” ungkap ketua yayasan.

Drs.H.Saukani juga memohon doa dari seluruh masyarakat Kepahiang dan Bengkulu agar karya para santri ini dapat mengukir prestasi yang membanggakan.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kepahiang,Tindak Lanjut LHP BPK RI

Penggarapan film pendek ini tergolong cepat, latihan pemahaman naskah atau skenario hanya dilaksanakan 2 hari. Yakni, 10-11 Oktober 2020. Dan proses shooting dilaksanakan pada Senin, (12/10).

Latihan bedah naskah dan pemahaman naskah serta karakter perannya ditangani langsung Rahman Jasin bersama Emong Suwandi dan Manca Yasin. Sedangkan unit produksi didukung 3 kameramen. Terdiri dari Asep Lensa, Atenk Kreator dan Yusuf sebagai pilot drone.

Film ‘’Istiqomah Lawan Covid’’ didukung beberapa santri sebagai pemeran. Mereka adalah, A.Taufik Marzuki, M.Apri Jang Jago, Mihuborrohman, Fiki Abdul Majid, Shintya Rahmadani, Icha Permata Sari, Reza Rafika. Ditambah, Filcy Asada, Irfan Prayoga,  Danda Afif Fajri. Wiwin Apriyanti. Sheeren Rulia Merdio. Serta Ustadz dan Ustadzah, Drs.Saukani, Ledia Purnanda, Hesti Apriana dan Tika Dwi Aprilia. Serta didukung keluarga besar Ponpes Darussallam.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Polsek Ujan Mas Salurkan Sembako

‘’Film Istiqomah Lawan Covid ini bertutur tentang aksi pencegahan wabah Covid-19 di lingkungan santri Ponpes Darussallam.  Para santri bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan dan pakai masker. Namun, para santri dan para ustadz juga menjaga kebersihan dan kesucian diri dengan wudhu. Menjaga jaga jarak, pakai masker dan tidak bersentuhanJadi film ini merupakan tontonan dan tuntunan yang perlu disimakFilm ini akan dinilai tim juri dari TAWAF TV yang terdiri dari,  Niniek L Karim (aktris senior), Anggy Umbara (sineas box office) dan Asma Nadia (novelis dan produser),’’ tutur Rahman Jasin.

Dikatakan istiqomah ibadah itu dikemas dalam beberapa adegan menarik. Klimaksnya, ketika Ustadz Saukani tengah menyampaikan tausyiah secara tiba-tiba ada santri yang pingsan. Kejadian itu sontak mengagetkan para ustadz dan santri. Dalam Susana gaduh yang diwarnai isak tangis santriwati, Ustadz Saukani meminta tim UKS untuk mengecek suhu tubuh santri yang pingsan. Setelah dicek dengan thermo gun, suhu tubuh santri pingsan itu dalam kondisi normal. Santri yang kelelahan itupun langsung diusung ke ruang UKS untuk menjalani perawatan.

Baca Juga :  Sungai Musi Meluap, Desa Tanjung Alam Tergenang

‘’Ide ceritanya tergolong sederhana. Namun, pesan yang disampaikan dalam cerita yang dikemas dan durasi 5 cukup bagus. Yakni, Islam mengajarkan pola hidup sehat dan bersih. Jadi, Islam mengajar untuk membasuh tangan, kaki dan wajah dalam wudhu dan menjaga kesucian wudhu dengan tidak bersentuhan itu merupakan salah satu upaya cegah covid,’’ demikian Rahman Jasin.


AG

Potretbengkulu