Istikamah Sholat di Masjid meski Buta, Abdullah bin Ummi Maktum Buat Iblis Was Was

  • Bagikan
1b275de3 f32b 4e7e bdc8 819e43c27951 169

Islami — Banyak kisah para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang memberikan inspirasi. Salah satunya adalah sahabat bernama Abdullah bin Ummi Maktum Radhiyallahu anhu. Beliau adalah salah seorang sahabat senior Rasulullah yang terlahir dalam keadaaan tunanetra atau buta.

3Dikutip dari akun Youtube Yufid TV, Sabtu (22/8/2020), Ustadz Johan Saputra Halim menjelaskan bahwa Abdullah bin Ummi Maktum di usia senjanya pernah meminta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam agar diperbolehkan sholat lima waktu sendiri di rumah karena kekurangan fisiknya ini.

“Wahai Rasulallah, saya lelaki buta, rumah jauh dari masjid, dan tak memiliki penuntun jalan yang layak. Apakah saya memiliki rukhshah (keringanan) untuk menjalankan sholat di rumah?” ujarnya.

“Ya,” jawab Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Awalnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan Abdullah bin Ummi Maktum. Lalu ia beranjak keluar, segera dipanggil kembali oleh Rasulullah.

“Apakah engkau mendengar seruan sholat?” tanya Rasulullah.

“Ya Rasulullah, saya bisa mendengarnya,” jawab Abdullah bin Ummi Maktum.

“Kalau begitu engkau tetap harus hadir di masjid, sholat berjamaah bersama kami.”

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Unsplash)

Mendengarkan jawaban Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam maka Abdullah bin Ummi Maktum pun tetap istikamah menjalankan sholat lima waktu berjamaah di masjid.

Baca Juga :  5 Pelajaran Penting dari Kisah Islamnya Para Penyihir Firaun

Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwasanya antara rumah Abdullah bin Ummi Maktum dengan masjid terdapat bebatuan dan pohon-pohon kurma. Sementara seperti ditahui bahwa Abdullah bin Ummi Maktum adalah sahabat mengalami kebutaan, sehingga akan sulit melalui jalan tersebut.

Dinukil dari buku ‘Pemuda yang Dicintai Langit + 19 Kisah Penuh Hikmah Sahabat Rasullah’ karya Dwi Rahayu, sahabat Abdullah bin Ummi Maktum berasal dari Suku Quraisy dan lahir di Kota Makkah.

Sebagai hamba yang istikamah dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, Abdullah bin Ummi Maktum yang tidak dapat melihat tiap kali mendengar azan berkumandang berjalan dengan meraba-raba menyambut panggilan-Nya, tidak terkecuali dalam subuh yang gelap.

Hingga pada suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum tersandung sebuah batu lalu tersungkur. darahnya mengalir di wajah. Namun, ia kembali bangkit seraya mengusap darah yang mengaliri wajahnya. Abdullah bin Ummi Maktum pun melanjutkan perjalanan menuju masjid.

Sejak saat itu ada seorang laki-laki yang dengan ramah selalu menjemput dan menuntun Abdullah bin Ummi Maktum pergi ke masjid setiap waktu sholat tiba, kemudian mengantarkannya kembali ke rumah.

Ternyata lelaki asing itu melakukan hal ini setiap hari. Hingga suatu hari Abdullah bin Ummi Maktum menanyakan nama dan asal lelaki itu. Kemudian lelaki itu menjawab, “Tak perlu kau tahu namaku dan jangan mendoakanku karena sesungguhnya aku ini iblis.”

Baca Juga :  Bacaan Surat Rasulullah SAW Saat Sholat Maghrib

Abdullah bin Ummi Maktum pun kaget mendengarnya, “Bagaimana mungkin kau selalu mengantarku masjid sedangkan pekerjaanmu adalah menghalangi orang beribadah kepada Allah?”

Iblis menjawab, “Ingatkah saat kau berjalan untuk Sholat Subuh ke masjid, lalu kau tersandung dan terjatuh sehingga wajahmu terluka parah? Saat itu aku mendengar para malaikat berkata bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala mengampuni setengah dosamu. Aku khawatir jika kau tersandung lagi maka setengah dosamu yang lain akan diampuni Allah juga. Maka aku terpaksa mengantarmu ke masjid.”

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Unsplash)

Dari kisah ini dapat diambil pelajaran; pertama, wajib bagi laki-laki yang tidak memiliki uzur untuk melaksanakan sholat lima waktu di masjid secara berjamaah. Kedua, dapat dilihat semangat seorang sahabat untuk mendapatkan pahala berjamaah. Maksud yang diminta oleh Abdullah bin Ummi Maktum adalah agar ia mendapat pahala shalat berjamaah tetapi cukup bagi dia untuk menjalankannya di rumah, namun hal itu tidak diizinkan oleh Rasulullah.

Pelajaran ketiga, istikamah merupakan hal yang penting bagi seorang Muslim. Karena dengan istikamah dapat menjadi ladang pahala, bahkan mengikis dosa-dosa.

Wallahu a’lam bishawab.


Okezone

  • Bagikan
Positive SSL