Ditarik ke Polda, Kasat Sabhara Polres Blitar Batal Mundur dari Kepolisian

  • Bagikan
b271ed63 ditarik ke polda jatim kasat sabhara polres blitar batal mundur dari kepolisian iq2nedbulu 1

SURABAYA – Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo batal mengundurkan diri atau resign sebagai anggota kepolisian.

“Tidak jadi mengundurkan diri, sudah selesai (masalah). Sekarang ditarik ke Polda Jatim, tapi jabatannya sekarang masih Kasat Sabhara. Kan nggak serta merta begitu, ada prosesnya. Ditarik ke Polda Jatim untuk dilakukan penyegaran sementara,” katanya Truno, Sabtu (3/10/2020).

Truno menyebut apa yang terjadi antara AKP Agus dengan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani merupakan miskomunikasi. Untuk itu, Polda Jatim memilih melakukan konseling dan mediasi untuk menangani kasus ini.

Baca Juga :  Tudingan Ada Penunggang Demo di Tengah Keresahan pada Omnibus Law

meninjau kembali keputusan yang diambil Agus dalam kondisi emosi. “Setiap personel Polri itu bisa dilakukan pembinaan melalui biro SDM. Itu (keputusan mengundurkan diri) mungkin sesaat pada saat itu yang bersangkutan dalam kondisi labil,” tandas Truno.

Sebelumnya, Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajukan pengunduran diri sebagai anggota kepolisian kepada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri. Agus mengundurkan diri lantaran kecewa pada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Agus mengatakan, dia selama ini banyak menerima perlakuan arogan dari Kapolres. Dia mengakui bahwa, dalam bertugas setiap anggota polisi tidak selalu sempurna. Namun, dia tidak terima dengan setiap umpatan kasar yang dilontarkan kepadanya dan anggota lain.

Baca Juga :  Pilkada Tak Akan Ditunda, Tegas Jokowi

“Saya tidak terima, hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi Kapolres saya,” katanya di Mapolda Jatim, Kamis 1 Oktober 2020.

Menurutnya, setiap kali Kapolres marah, seluruh mengeluarkan maki-makian kasar. Bahkan sampai menyebut binatang, bajingan dan lain-lain. Bahkan pernah mengatai bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain.

Bahkan, Agus menyebut Kapolres sering mencopot jabatan seorang anggota jika ada yang melakukan kesalahan, tanpa dilakukan pembinaan.

“Hal itu bukan mencerminkan perilaku polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” terangnya.


Okezone

  • Bagikan
Positive SSL