Gelombang 10 Prakerja Dari Gagal Menjadi Sedang Diproses, Apakah Lolos ?

Gelombang 10 Prakerja Dari Gagal Menjadi Sedang Diproses, Apakah Lolos
Gelombang 10 Prakerja Dari Gagal Menjadi Sedang Diproses, Apakah Lolos
SafelinkU | Shorten your link and earn money

CR — Para peserta program kartu prakerja gelombang 10 sempat dihebohkan dengan perubahan status yang mulai (30/9/20) menjadi gagal semua.

Setelah menunggu beberapa lama tepatnya siang ini hampir semua peserta melihat perubahan status pada akun berubah kembali menjadi sedang diproses. Mengapa begitu? apakah menandakan lolos pada gelombang 10?

Perlu diketahui, jika berkaca pada gelombang sebelumnya maka keputusan pengumuman diadakan setiap hari kamis yang berarti kemungkinan besok (1/10/20), maka status yang berubah-ubah belum menentukan jika peserta lolos.

Jika peserta lolos pada gelombang 10 ini maka para peserta akan mendapatkan pemberitahuan melalui sms yang berisi kalian lolos atau jika tidak menerima sms, kalian akan mendapatkan notifikasi sambung rekening saat membuka akun prakerja kalian.

Baca Juga :  Kuota Kartu Prakerja Hanya Tersisa 1,71 Juta Peserta Lagi

Jadi disarankan bagi seluruh peserta prakerja gelombang 10 untuk cek secara berkala dashboard prakerja kalian. hingga esok (01/10/20).

Jika memang kalian lolos maka kalian akan mendapatkan notifikasi seperti dijelaskan diatas. Akan tetapi jika kalian belum berhasil, maka status pada akun dashboard kalian akan ada notifikasi gelombang pilihanmu sudah penuh.

Gagal Lolos gelombang 10 apakah ada gelombang 11 Prakerja

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai apakah ada gelombang 11 pada tahun ini. Seperti dijelaskan oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

Baca Juga :  Cara Mengikuti Pelatihan Skill Academy Hingga Webinar Kartu Prakerja

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Komite Cipta Kerja (KCK).

“Kami masih menunggu arahan dari KCK mengenai penggunaan dana pengembalian dari mereka yg telah dicabut kepesertaannya,” ujar Louisa dikutip CNNIndonesia.com Senin (28/9).

Louisa menuturkan pencabutan kepesertaan itu sendiri sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 11 tahun 2020, di mana setiap penerima Kartu Prakerja wajib menggunakan bantuan untuk mengikuti pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak menerima Kartu Prakerja.

Apabila tidak melakukan hal ini, maka kepesertaannya akan dicabut. Dari pencabutan kepesertaan ini, sejumlah Rp672.497.800.000 telah dikembalikan ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN).

Baca Juga :  Daftar Kesalahan yang Menghambat Pencairan Insentif Prakerja

Komite Cipta Kerja akan memutuskan berapa dan kapan dana yang kembali ke RKUN ini akan dipulihkan dan dialokasikan kepada peserta lainnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ke-10 mulai Sabtu pekan lalu. Program yang secara resmi mulai menerima pendaftar pada 11 April 2020 itu kini telah menyerap 98 persen dari total target penerima Kartu Prakerja tahun 2020. 

Total penerima Kartu Prakerja setelah ditutupnya pendaftaran gelombang 9 pada 21 September mencapai 5.480.918 atau 98 persen dari total kuota tahun 2020 yang sebesar 5.597.183 orang. Sementara, sisa kuota sebesar 116.261 akan diserap melalui pendaftaran gelombang 10.


AG