Silaturahmi KAMI Jatim Batal Digelar

  • Bagikan
b116b8f0 images 16

Surabaya — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang juga salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), sempat menemui sejumlah tokoh KAMI Jawa Timur (Jatim) di Surabaya. Namun acara itu hanya berjalan singkat.

Pertemuan itu digelar di bilangan Jambangan Surabaya, usai Acara Silaturahim Akbar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur, di Gedung Juang 45, Surabaya, Senin (28/9), batal karena diadang massa yang menolak.

Berdasarkan informasi, acara hanya berjalan singkat karena massa yang mengatasnamakan dirinya Surabaya Adalah Kita menggeruduk lokasi pertemuan Gatot di Jambangan. Mereka meminta deklarator KAMI itu segera angkat kaki.

Dalam video yang beredar, salah seorang petugas kepolisian menghentikan acara itu. Gatot pun menuruti permintaan tersebut.

Baca Juga :  Ketemu Rossi, Bos Petronas Yamaha SRT Merinding

“Jadi bapak ibu, ini bapak dari kepolisian, polda, saya katakan KAMI ini adalah gerakan yang konstitusional kalau polisi minta dibubarkan, di sana juga bubar, di sini bubar. Mari kita ikuti, apa yang disampaikan aparat kepolisian,” kata Gatot.

Tak lama, Gatot lantas meninggalkan lokasi pertemuan. Kepergiannya diiringi orasi penolakan oleh massa kontra KAMI.

Dilansir CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi perihal pembubaran tersebut ke Komite Eksekutif KAMI Jatim Donny Handricahyono. Namun yang bersangkutan tak memberikan respons.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko juga belum memberikan keterangan apapun terkait pembubaran tersebut.

“Sebentar, saya masih rapat,” kata Truno.

Sebelumnya, Acara Silaturahim Akbar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur, di Gedung Juang 45, Surabaya, Senin (28/9) batal digelar. Acara itu mendapatkan penolakan sejumlah kelompok di Surabaya.

Baca Juga :  Kapolri Cabut Telegram Pemberitaan Aparat karena Multitafsir

Dalam poster yang tersebar, rencananya acara itu dihadiri Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 Rochmat Wahab, serta Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.

Pantauan di lokasi, sejumlah ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Surabaya Adalah Kita telah memblokade gedung tersebut. Massa KAMI yang hendak datang pun tak bisa masuk.

Koordinator aksi, Chakti menegaskan pihaknya menolak keras keberadaan KAMI. Ia menilai kelompok itu adalah pemecah belah bangsa.

“Keberadaan KAMI Jatim pemecah belah bangsa,” kata Chakti, di lokasi.


CNNIndonesia

  • Bagikan
Positive SSL