Bawaslu Catat 18 Pelanggaran Protokol

  • Bagikan
f8f28a18 images

Nasional — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat ada 18 pelanggaran terhadap protokol pencegahan virus corona (Covid-19) selama dua hari masa kampanye Pilkada 2020 berlaku yakni pada 26 dan 27 September.

Sebanyak delapan pelanggaran terjadi pada Sabtu (26/9). 10 pelanggaran lainnya ditemukan pada Minggu (27/9).

“Ditemukan 10 Kegiatan kampanye yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat yaitu pembatasan jumlah peserta kampanye, penggunaan masker, menjaga jarak dan fasilitas cuci tangan,” kata Afif kepada wartawan, Senin (28/9).

Delapan pelanggaran di hari pertama terjadi di delapan daerah, yaitu Kota Medan, Tanjung Jabung Barat, Sungai Penuh, Purbalingga, Mojokerto, Kaimana, Dompu, dan Kabupaten Bandung.

Baca Juga :  Besok BLT Rp1,2 Juta Tahap II Ditransfer, Bagaimana untuk Rekening Bank Swasta?

Sebagian besar temuan adalah kampanye dengan melibatkan massa lebih dari lima puluh orang ataupun tak mengindahkan jaga jarak. Bawaslu meresponsnya dengan teguran tertulis.

Pada hari kedua, pelanggaran terjadi di sembilan daerah, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat, Mukomuko, Pelalawan, Sungai Penuh, Lamongan, Purbalingga, Bantul, dan Tojo Una-Unan.

Selain pelanggaran protokol kesehatan, Bawaslu juga menemukan kampanye tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) di 29 kabupaten/kota. Mereka juga menemukan ribuan alat peraga kampanye yang tak sesuai aturan.

Baca Juga :  KKP Buka Suara soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo

“Terdapat 6.905 alat peraga melanggar yang diturunkan oleh Bawaslu di 26 kabupaten/kota,” tuturnya.

Di Medan, dua paslon yang berkontestasi sama-sama melanggar protokol kesehatan. Mereka menghadiri acara yang tidak mematuhi protokol pencegahan virus corona.

Masa kampanye Pilkada Serentak 2020 telah bergulir sejak Sabtu (26/9). Ratusan paslon di 270 daerah diperkenankan berkampanye selama 71 hari. Sementara hari pencoblosan akan dilaksanakan pada Rabu (9/12).


Cnnindonesia

  • Bagikan