9,6 Juta Orang Sudah Dapat Kuota Belajar, Sisanya Dikirim Tahap Dua

Realshtmobi | Shorten your link and earn money

Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan telah menyalurkan subsidi kuota internet kepada 9,6 juta orang yang terdiri dari siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Kuota diterima pada penyaluran tahap pertama pada 22-24 September 2020.

“Yang di-deliver di tahap pertama ini 9,6 juta penerima. Itu akumulasi semua,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Hasan Chabibie dilansir CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (25/9).

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap

Untuk bulan ini, katanya, Kemendikbud akan kembali menyalurkan subsidi kuota tahap kedua yang jatuh 28-30 September.

Ia menjelaskan masih banyak data siswa, guru, mahasiswa dan dosen yang diproses untuk menerima kuota. Jumlah penerima yang mendapat kuota di tahap dua kemungkinan lebih besar.

Baca Juga :  Adik Valentino Rossi Ungkap Kecelakaan Hebat di FP2 GP Prancis

Batch kedua untuk yang belum terima. Karena prosesnya masih berjalan. Kami belum pastikan [jumlahnya]. Tapi yang jelas lebih besar dari tahap pertama,” tambahnya.

Mengutip situs vervalponsel.data.kemdikbud.go.id, di jenjang pendidikan dasar dan menengah ada 31.082.709 nomor HP aktif milik peserta didik yang tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebesar 78,02 persen diantaranya sudah mengunduh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dan sisanya belum.

Sekolah perlu menyertakan SPTJM untuk mendapatkan subsidi kuota. Sedangkan untuk pendidik jumlah nomor HP yang aktif mencapai 1.918.515, dimana 73,61 persennya sudah mengunduh SPTJM.

Baca Juga :  Polri Ungkap Admin Medsos STM se-Jabodetabek yang Serukan Kerusuhan di Demo Hari Ini

Mendikbud Nadiem Makarim telah mengarahkan peserta subsidi yang belum menerima bantuan kuota agar melaporkan diri ke kepala sekolah atau pimpinan perguruan tinggi.

Dia bertutur mayoritas kasus peserta yang belum mendapat kuota disebabkan oleh kendala teknis, antara lain nomor HP tidak aktif atau salah input nomor HP. Untuk itu peserta diminta memastikan data mereka kepada pimpinan sekolah atau kampus.

“Jadi yang belum menerima jangan khawatir. Penyaluran ini dilakukan bertahap, bahkan tiap bulan ada dua tahap. Dan saat diberikan berlaku terhitung sejak kuota belajar diterima,” ujarnya melalui siaran langsung di akun Youtube Kemendikbud RI, Jumat (25/9).

Baca Juga :  Update virus corona 28 april 2020

Peserta juga bisa menanyakan perkara teknis kepada Unit Layanan Terpadu Kemendikbud melalui kontak yang tertera pada https://ult.kemdikbud.go.id, maupun melaporkan indikasi penyimpangan penyaluran kuota.

Bantuan kuota disalurkan selama September-Desember dengan besaran bervariasi tergantung status dan jenjang pendidikan. Siswa PAUD mendapat 20 gigabyte, siswa pendidikan dasar dan menengah mendapat 35 gigabyte, guru mendapat 42 gigabyte, serta mahasiswa dan dosen mendapat 50 gigabyte.

Kuota ini disalurkan langsung oleh masing-masing operator kepada peserta. Kuota bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 hari sejak diterima. Sedangkan kuota bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan, dan berlaku 75 hari sejak diterima.


CNNIndonesia