Duet Super Mom’s Kepahiang Merintis Cafe Literasi Dengan Sop Buah

Duet Super Mom's Kepahiang Merintis Cafe Literasi Dengan Sop Buah
Duet Super Mom's Kepahiang Merintis Cafe Literasi Dengan Sop Buah
SafelinkU | Shorten your link and earn money

Kepahiang — Puspa dan Bheta adalah 2 sosok Super Mom yang tangguh dizaman Now terutama dalam menghadapi masa Pandemi yang semakin hari semakin memprihatinkan ini. Mereka tidak mau berpangku tangan untuk dapat membantu perekonomian keluarganya karena mereka sadar setiap hari asap dapur harus ngepul demi meneruskan keberlangsungan hidup.

Duet Super Mom's Kepahiang Merintis Cafe Literasi Dengan Sop Buah

Untuk itu, sewaktu ditawarkan pelatihan kewirausahaan Sop Buah oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kepahiang. Kedua Ibu Muda ini sangat antusias untuk ikut serta, sebab selama ini mereka hanya memiliki kemauan yang kuat saja tanpa dibarengi dengan keahlian untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat dilaksanakan tanpa meninggalkan kodrat mereka sebagai seorang ibu yang wajib mengurusi kebutuhan anak-anak mereka.

Pada saat pelatihan berlangsung, sangat kentara semangat mereka yang menggebu untuk dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para Narasumber. Terutama sewaktu materi disampaikan tentang Kewirausahaan oleh bapak Sadikin, S.Pd dan Materi Teknis yang disampaikan oleh Ibu Meri Andaria, M.Pd.Si.

Baca Juga :  35 Calon Paskibra Kepahiang Tidak Dapat Reward

Hingga pelatihan usai mereka banyak mengejar tentang prospek kedepan mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan kedepan untuk dapat membantu permasalahan yang dialami oleh ibu-ibu muda seperti mereka. Karena mereka sadar, diluar sana sangat banyak ibu-ibu tangguh yang menginginkan kehidupan mandiri yang tidak bergantung penuh dengan para suami.

d8dc76a7 dokumentasi kegiatan pelatihan

Ibu Puspa yang memiliki nama lengkap Puspa Apriyani ini merupakan seorang Ibu Rumah tangga yang memiliki 1 orang anak yang bernama Merdita Arzifa. Ibu muda ini berdomisili di Desa Pelangkian kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Beliau mengatakan, keinginannnya yang begitu besar untuk dapat menjadi wanita mandiri, agar dapat menopang penghasilan suami yang berprofesi sebagai petani serabutan, terutama dimasa wabah Pandemi yang sudah memporak-porandakan perekonomian keluarga mereka. Dia berharap suatu saat bisa menjadi entrepreneur yang sukses yang bisa membanggakan keluarganya.

Baca Juga :  Santri Ponpes Hidayatul Qomariyah Alami Gejala Klinis Gangguan Kesehatan

Berbeda dengan ibu Puspa, sosok ibu muda tangguh yang kedua yaitu Ibu Bheta Natalya.  Ibu Muda yang dikaruniai sepasang malaikat kecil yang bernama Shakila Alfa Shalsabilla dan Shidka Al Abrizam ini merupakan single parent yang selama ini bekerja serabutan untuk dapat membahagiakan kedua buah hatinya.

Apapun dia lakukan demi dapat melihat senyum kebahagaian sang malaikat kecilnya  yang berusia 4 tahun dan 2 tahun ini. Sewaktu ditawarkan Pelatihan Kewirausahaan Sop Buah Berbasis inklusi sosial, sosok super mom yang tahun ini genap berusia 30 tahun, menyambut dengan sukacita karena sudah lama dia menginginkan pekerjaan di bidang kuliner ini.

Sebab ibu muda yang berdomisili di Kelurahan pensiunan ini, memiliki hobby di bidang kuliner. Selain itu beliau memiliki banyak teman di dunia maya. Sehingga apabila usaha ini dia tekuni, Super Mom Satu ini sangat yakin bisa maju dan berkembang dengan metode Penjualan Online yang diterimanya semasa pelatihan berlangsung.

Baca Juga :  Perpustakaan Desa Makin Ditinggalkan

Melihat semangat keduanya yang luar biasa, kedua super Mom’s ini diarahkan oleh Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang untuk dapat mengisi Stand Food Court di area Café Literasi yang sedang di Rintis Tim Pengembang perpustakaan Kabupaten Kepahiang.

Café Literasi Sendiri merupakan Suatu Program Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi social dengan konsep Café Taman yang dilengkapi dengan Fasilitas Free Wifi, Area Food Court serta Area Pagelaran dan Pameran. Harapannya Café Literasi DPKD Kepahiang bisa menjawab kegelisahan anak bangsa dimasa pandemi dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana Pendidikan dan rekreasi sebagaimana yang tertuang dalam amanat UU perpustakaan No. 43 Tahun 2007.


Editor AG