Tata Cara Shalat Duha agar Rezeki Semakin Lancar

43

Islami Selain mengenal salat wajib lima waktu, ada juga salat pendamping yang biasa disebut dengan salat sunah, yakni ibadah yang jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak akan mendapat dosa.

Di antara sekian banyak macam salat sunah, salat duha menjadi salah satu salat sunah yang dianjurkan. Terdapat sejumlah tata cara salat duha yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar ibadah semakin diberkahi.

_

Banyak anjuran dan wasiat bagi umat Islam untuk menjalankan salat duha karena termasuk dalam amalan yang memiliki banyak keutamaan.

Apabila salat duha dikerjakan dengan baik dan benar serta penuh keikhlasan, maka seorang muslim akan mendapat hikmah dan rahmat yang berlimpah dari Allah SWT.


Waktu Salat Duha

Mengutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa’i, ada banyak macam salat sunah berdasarkan waktu pelaksanaannya, salah satunya salat duha.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Al-Bukhari, salat duha dikerjakan ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya matahari hingga menjelang waktu salat zuhur.

Jika dilihat dari siklus perputaran matahari di Indonesia, waktu untuk menunaikan salat duha adalah mulai pukul 07.00-11.00 WIB.

Rentang waktu tersebut merupakan permulaan masa ketika makhluk hidup di bumi memulai aktivitas mereka. Mulai dari yang mencari ilmu sampai yang mencari rezeki yang disediakan oleh Allah SWT di muka bumi.

Untuk itu, dalam hadis disebutkan agar segala urusan yang dikerjakan mendapat kemudahan dan kelancaran, umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT yaitu dengan menunaikan salat duha sebelum beraktivitas.

Dalam keterangan para ulama, salat sunah duha berjumlah paling sedikit 2 rakaat dan terbanyak 12 rakaat. Namun jumlah yang dianjurkan oleh para ulama berjumlah 4 rakaat.


Tata Cara Menunaikan Salat Duha

Salat duha dikerjakan dengan cara melakukan 2 rakaat salat kemudian diakhiri salam.

Jadi ketika melaksanakan salat duha lebih dari dua rakaat, kita tidak melaksanakannya sekaligus sebanyak empat, enam atau delapan rakaat dengan satu kali salam, melainkan tetap dua rakaat dengan salam pada masing-masing rakaat kedua.

Mengutip buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa’i, adapun tata cara dalam menunaikan salat sunah duha adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Khutbah Jumat : Takwa, Kunci Sukses Dunia Akhirat

1. Berwudu

2. Membaca Niat Salat Duha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatadl Dhuha Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa. Allahu Akbar.”

Artinya: Aku niat salat sunat duha dua rakaat, karena Allah taala. Allahu Akbar.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

4. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91)

Terdapat sebuah hadis menganjurkan untuk membaca surah As Syamsu pada rakaat pertama. Anda dapat menggantinya dengan membaca Qulya (QS:109) apabila belum hafal surah Asy-Syamsu.

5. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93)

Pada rakaat kedua, Anda dianjurkan membaca surat adh-Dhuha, atau bisa diganti dengan membaca surah Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.

6. Melakukan Gerakan Seperti dalam Salat Fardu (Wajib)

Setelah selesai membaca surah yang ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, tasyahud dan salam. Gerakan ini sama sebagaimana tata cara pelaksanaan salat fardu

7. Membaca Doa setelah Salat Duha

Di akhir salat duha, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa. Meskipun bukan sesuatu yang wajib, namun hal ini sangat baik dilakukan sebagai bentuk ketakwaan terhadap Allah SWT. Adapun doa yang dibaca setelah selesai salat duha:


اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.”

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Artinya:

Ya Allah, bahwasanya waktu duha itu waktu duha Mu, kecantikan ialah kecantikan Mu, keindahan itu keindahan Mu, kekuatan itu kekuatan Mu, kekuasaan itu kekuasaan Mu, dan perlindungan itu, perlindungan Mu.

Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah. Dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Apabila salat duha dikerjakan dengan baik dan benar serta penuh keikhlasan, maka seorang muslim akan mendapat hikmah dan rahmat yang berlimpah dari Allah SWT.


Waktu Salat Duha

Mengutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa’i, ada banyak macam salat sunah berdasarkan waktu pelaksanaannya, salah satunya salat duha.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Al-Bukhari, salat duha dikerjakan ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya matahari hingga menjelang waktu salat zuhur.

Baca Juga :  Belajar Huruf Hijaiyah Untuk Anak

Jika dilihat dari siklus perputaran matahari di Indonesia, waktu untuk menunaikan salat duha adalah mulai pukul 07.00-11.00 WIB.

Rentang waktu tersebut merupakan permulaan masa ketika makhluk hidup di bumi memulai aktivitas mereka. Mulai dari yang mencari ilmu sampai yang mencari rezeki yang disediakan oleh Allah SWT di muka bumi.

Untuk itu, dalam hadis disebutkan agar segala urusan yang dikerjakan mendapat kemudahan dan kelancaran, umat muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT yaitu dengan menunaikan salat duha sebelum beraktivitas.

Dalam keterangan para ulama, salat sunah duha berjumlah paling sedikit 2 rakaat dan terbanyak 12 rakaat. Namun jumlah yang dianjurkan oleh para ulama berjumlah 4 rakaat.


Tata Cara Menunaikan Salat Duha

Salat duha dikerjakan dengan cara melakukan 2 rakaat salat kemudian diakhiri salam.

Jadi ketika melaksanakan salat duha lebih dari dua rakaat, kita tidak melaksanakannya sekaligus sebanyak empat, enam atau delapan rakaat dengan satu kali salam, melainkan tetap dua rakaat dengan salam pada masing-masing rakaat kedua.

Mengutip buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa’i, adapun tata cara dalam menunaikan salat sunah duha adalah sebagai berikut:

1. Berwudu

2. Membaca Niat Salat Duha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatadl Dhuha Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa. Allahu Akbar.”

Artinya: Aku niat salat sunat duha dua rakaat, karena Allah taala. Allahu Akbar.

3. Membaca Surah Al-Fatihah

4. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91)

Terdapat sebuah hadis menganjurkan untuk membaca surah As Syamsu pada rakaat pertama. Anda dapat menggantinya dengan membaca Qulya (QS:109) apabila belum hafal surah Asy-Syamsu.

5. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93)

Pada rakaat kedua, Anda dianjurkan membaca surat adh-Dhuha, atau bisa diganti dengan membaca surah Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.

6. Melakukan Gerakan Seperti dalam Salat Fardu (Wajib)

Setelah selesai membaca surah yang ditentukan, kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, tasyahud dan salam. Gerakan ini sama sebagaimana tata cara pelaksanaan salat fardu

7. Membaca Doa setelah Salat Duha

Di akhir salat duha, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa. Meskipun bukan sesuatu yang wajib, namun hal ini sangat baik dilakukan sebagai bentuk ketakwaan terhadap Allah SWT. Adapun doa yang dibaca setelah selesai salat duha:


اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.”

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.”

Artinya:

Ya Allah, bahwasanya waktu duha itu waktu duha Mu, kecantikan ialah kecantikan Mu, keindahan itu keindahan Mu, kekuatan itu kekuatan Mu, kekuasaan itu kekuasaan Mu, dan perlindungan itu, perlindungan Mu.

Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah. Dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.


CNNIndonesia