Kantor KPU Provinsi Bengkulu Dijaga Ketat Aparat Gabungan

  • Bagikan
Kantor KPU Provinsi Bengkulu Dijaga Ketat Aparat Gabungan
DIJAGA: Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu dijaga ketat aparat gabungan. (foto: hasrul/rb)

BENGKULU – Mendapatkan informasi akan adanya aksi massa dari pendukung bakal calon Gubernur Agusrin M Najamudin ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, membuat aparat gabungan siaga berjaga di lokasi. Terpantau, petugas gabungan dari TNI-Polri, dan Satpol PP berjaga di depan dan seputaran kantor KPU. Bahkan, penjagaan dilakukan secara ketat dengan peralatan dan juga kendaraan pengamanan.

Hingga berita ini dilansir, belum dapat dipastikan jadwal pasti kedatangan massa.

“Belum tahu jam berapa kedatangannya, kita menunggu saja jadi atau nggak,” kata salah satu petugas Dilansir Rakyat Bengkulu (RB) Online di lokasi, Selasa (22/9).

Baca Juga :  Gubernur Drop Bantuan Dana Rp 75 Miliar untuk Kabupaten PALI

Seperti dilansir sebelumnya, para pendukung Agusrin berencana menggelar aksi massa di KPU massa yang dikabarkan mencapai 20 ribu orang. Aksi tersebut masih terkait dengan proses pencalonan mantan gubernur Bengkulu tersebut ke KPU Provinsi.

Aksi Massa Pendukung Agusrin Batal

Pihak kepolisian sudah mendapatkan pemberitahuan terkait dengan pembatalan aksi massa dari pendukung bakal calon Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Selasa (22/9).

Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol. Dede Alamsyah saat dikonfirmasi wartawan ketika berada di Kantor KPU Provinsi Bengkulu menyampaikan, untuk sementara ini pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan terkait pembatalan aksi tersebut.

Baca Juga :  OPI MALL Tetap Buka Seperti Biasa – cakrawalarafflesia

“Sampai saat ini alhamdulillah kita sudah mendapatkan pemberitahuan akan membatalkan. Mudah-mudahan saja tidak terjadi (aksi massa, red),” ungkap Dede.

Seperti diketahui, kata Dede, dengan adanya aksi massa di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini secara tidak langsung sudah melanggar protokol kesehatan karena unjuk rasa tentunya akan membuat kerumunan massa.

Dede menyampaikan, atas adanya rencana aksi massa tersebut pihaknya memang sudah menyiapkan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan juga dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang jumlahnya mencapai 1.000 personel.


Editor AG

Lansir Rakyatbengkulu

  • Bagikan