Kantor KPU Provinsi Bengkulu Dijaga Ketat Aparat Gabungan

Kantor KPU Provinsi Bengkulu Dijaga Ketat Aparat Gabungan
DIJAGA: Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu dijaga ketat aparat gabungan. (foto: hasrul/rb)
Realshtmobi | Shorten your link and earn money

BENGKULU – Mendapatkan informasi akan adanya aksi massa dari pendukung bakal calon Gubernur Agusrin M Najamudin ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, membuat aparat gabungan siaga berjaga di lokasi. Terpantau, petugas gabungan dari TNI-Polri, dan Satpol PP berjaga di depan dan seputaran kantor KPU. Bahkan, penjagaan dilakukan secara ketat dengan peralatan dan juga kendaraan pengamanan.

Hingga berita ini dilansir, belum dapat dipastikan jadwal pasti kedatangan massa.

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap
Baca Juga :  4.686 Orang Masuk Bengkulu Dalam 5 Hari Dishub Ketatkan Pengawasan

“Belum tahu jam berapa kedatangannya, kita menunggu saja jadi atau nggak,” kata salah satu petugas Dilansir Rakyat Bengkulu (RB) Online di lokasi, Selasa (22/9).

Seperti dilansir sebelumnya, para pendukung Agusrin berencana menggelar aksi massa di KPU massa yang dikabarkan mencapai 20 ribu orang. Aksi tersebut masih terkait dengan proses pencalonan mantan gubernur Bengkulu tersebut ke KPU Provinsi.

Aksi Massa Pendukung Agusrin Batal

Pihak kepolisian sudah mendapatkan pemberitahuan terkait dengan pembatalan aksi massa dari pendukung bakal calon Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Selasa (22/9).

Baca Juga :  Polda Bengkulu dan Polres Jajaran Gelar Ops Patuh Nala 2020

Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol. Dede Alamsyah saat dikonfirmasi wartawan ketika berada di Kantor KPU Provinsi Bengkulu menyampaikan, untuk sementara ini pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan terkait pembatalan aksi tersebut.

“Sampai saat ini alhamdulillah kita sudah mendapatkan pemberitahuan akan membatalkan. Mudah-mudahan saja tidak terjadi (aksi massa, red),” ungkap Dede.

Baca Juga :  Kondisi ASN Manna Yang Positif Covid-19 Membaik

Seperti diketahui, kata Dede, dengan adanya aksi massa di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini secara tidak langsung sudah melanggar protokol kesehatan karena unjuk rasa tentunya akan membuat kerumunan massa.

Dede menyampaikan, atas adanya rencana aksi massa tersebut pihaknya memang sudah menyiapkan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan juga dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang jumlahnya mencapai 1.000 personel.


Editor AG

Lansir Rakyatbengkulu