Gisel Sedih Gempi Tonton YouTube Gading Marten

SafelinkU | Shorten your link and earn money

Celeb Perceraian dengan Gading Marten membuat Gisella Anastasia banyak berubah. Salah satu perubahan yang ia akui adalah kedekatannya dengan Tuhan.

Cerita itu disampaikan wanita yang akrab disapa Gisel itu dalam sebuah video di YouTube Daniel Mananta Network.

Dalam kisah itu, Gisel mengaku optimis dengan perubahan hidupnya itu. Ia percaya Tuhan menyayanginya, meski dirinya tahu perceraian adalah yang dibenci.

“Bukti nyatanya saja yang sekarang di tangan aku, masih diberkati aku, berarti kan Dia masih sayang sama saya. Terus doa kemarin instan langsung dijawab banget. Ya berarti kan aku dihitung (sama Tuhan),” katanya.

Baca Juga :  Lewat Savage Love dan Dynamite, BTS Rajai Billboard 100 Lagi

Menurut Gisel, proses pendekatan diri dengan Tuhan tidak bisa dilakukan dengan instan. Menurutnya proses itu butuh konsistensi.

Sampai saat ini, Gisel mengaku masih terus belajar. Ia juga mengatakan kesalahan masa lalu kerap menghantuinya.

“Apalagi Gempi nonton YouTube-nya Papa Ding. Papa Ding kan pintar banget bikin YouTube slow motion, kitanya juga yang nangis,” beber Gisella Anastasia.

“Baru kemarin ke Wijin, aku ngomong, tadi pagi Gempi nyetel YouTube Mas Ding, aku sedih. Aku merasa aku bersalah sudah you know memisahkan dia (dengan Gempi) segala macam,” ia menambahkan.

Baca Juga :  Nikita Willy Resmi Menikah dengan Indra Priawan

Saat ini, apapun coba ia ungkapkan ke orang terdekat. Gisel tidak mau memendam perasaan itu sendirian yang menurutnya bisa memberikan dampak buruk untuk kondisi kejiwaannya.

“Kebanyakan dipendam jadinya gila sendiri. Tambah ngaco. Kalau sekarang dikeluarkan, and then I need pray. (Gue bilang sama Wijin) berdoa yuk, doain aku boleh enggak? Sama dia didoakan,” ungkap Gisel.

Gisel mengaku bercerai dengan Gading Marten adalah keputusan yang salah. Ia menyebut ada beberapa faktor yang membuatnya memilih keputusan tersebut.

Baca Juga :  Pakai baju Tahanan, Ferdian Paleka Terancam 12 Tahun Bui

“Dulu ya, (overthinking) itu pasti. Overthinking-nya sampai yang tadi aku bilang, nggak mau kalau aku harus hidup 15 tahun 20 tahun ke depan kayak orangtuaku. Aku nggak mau,” tutur ibu satu anak itu.

“Itu aku overthinking gila. Ngapain lo mikir 15 tahun ke depan kendi? Yang ini saja belum lo jalani. Ibaratnya begitu, kan? Waktu itu aku overthinking, terus banyak sih enggak berserah kepada Tuhan-lah,” imbuhnya.


Detik