Warga Kepahiang Dihebohkan Ular Piton Yang Hendak Memangsa Ternak

  • Bagikan
Foto/Dika : Ular Piton sepanjang 5 meter berhasil diamankan warga Pematang Donok. Sebelum dilepas kembali, ular diamankan sementara di Polsek Kabawetan.
Foto/Dika : Ular Piton sepanjang 5 meter berhasil diamankan warga Pematang Donok. Sebelum dilepas kembali, ular diamankan sementara di Polsek Kabawetan.

Kepahiang — Warga Desa Pematang Donok Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang mendadak heboh, Rabu (09/09/2020) sekitar pukul 23.00 WIB. Suasana desa yang semula hening, pecah usai kemunculan seekor ular piton sepanjang 5 meter di sekitar pemukiman warga.

Merayap di sela – sela rumah warga, hewan melata berhasil dijinakan sebelum berhasil memangsa ternak milik warga.

Informasi diperoleh RK, awalnya keberadaan ular pertama kali diketahui Apriadi, Kadus II Desa Pematang Donok. Saat itu dirinya yang berniat untuk tidur, mendengar suara bising ayam peliharaannya.

Baca Juga :  DPRD Kepahiang Terima Hasil Pembahasan LKPJ Bupati Kepahiang TA 2019

Karena tidak biasa, Apriadi kemudian langsung melakukan pengecekan langsung ke arah kandang ayam peliharaannya. Terkejut bukan kepalang, saat tiba di samping rumahnya Apriadi melihat seekor ular piton dengan ukuran panjang sekitar 5 meter.

Tepat di samping kandang ayam miliknya, Ular ini terlihat berencana untuk memangsa ternak ayam miliknya.

“Saat itu juga saya langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menangkapnya,” terang Apriadi.

Kapolres Kepahiang Polda Bengkulu, AKBP. Suparman, SIK, MAP melalui Kapolsek Kabawetan, Iptu. Joni Karter, SH, Kamis (10/09/2020) meneranmgkan ular dengan ukuran sebesar paha pria dewasa tersebut sudah diamankan sementara di Polsek Kabawetan.

Baca Juga :  36 Nakes di Bukit Sari Kepahiang, Hanya 10 Nakes Divaksin, 1 Nakes Menolak

“Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, dari lokasi penangkapan ular itu langsung diamankan ke Polsek,” ungkapnya.

Pihaknya berencana untuk kembali membebaskan hewan melata ini ke alam liar. Namun sebelum itu Joni mengaku masih harus koordinasi dengan jajaran Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Nanti di mana dan kapan melepaskanya kita tunggu hasil koordinasi dengan BKSDA,” tutupnya.


Editor AG

[Dilansir Radarkepahiang]

  • Bagikan